
Gawat! Trader Kripto Ini Buntung Rp16,8 M Setelah Bertaruh di Platform Ini
- Fajria Anindya Utami
- September 21, 2024
- News, Crypto
- makerdao, platform kripto, sky, trader kripto
- 0 Comments
Seorang trader kripto baru saja kehilangan lebih dari $1,1 juta (Rp16,8 miliar) dalam waktu kurang dari dua bulan setelah membuat taruhan besar pada platform keuangan terdesentralisasi populer MakerDAO (MKR). Platform tersebut merupakan entitas di balik stablecoin DAI yang didukung mata uang kripto.
Menurut data dari layanan analisis blockchain Lookonchain, pedagang tersebut menghabiskan $2,9 juta (Rp44,4 miliar) untuk membeli 1.100 token MKr pada akhir Juli dan menyimpannya hingga bulan ini. Trader yang membeli token tersebut pada harga $2.643 (Rp40,4 juta) saat itu, kini telah menyetorkannya ke bursa mata uang kripto terkemuka Binance pada harga $1.613 (Rp24,7 juta).
Melansir Crypto Globe di Jakarta, Rabu (18/9/24) perpindahan ke Binance kemungkinan berarti pedagang tersebut kini siap untuk menjual kepemilikan mereka untuk merealisasikan kerugian $1,13 juta atas investasi mereka dalam waktu kurang dari 50 hari.
Bulan lalu, pengelola aset kripto terbesar di dunia Grayscale Investments yang merupakan anak perusahaan Digital Currency Group, meluncurkan Grayscale MakerDAO Trust. Platform tersebut dirancang untuk memberikan investor paparan langsung terhadap MKR.
Trader Kripto Harus Teliti: MakerDAO Berubah Nama

Kemudian, salah satu pendiri MakerDAO Rune Christensen mengumumkan bahwa fase berikutnya dari proyek tersebut adalah perubahan nama menjadi Sky. Transisi ini tampaknya merupakan hasil dari pengembangan selama lebih dari dua tahun yang bertujuan untuk memperkenalkan fungsionalitas baru dan meningkatkan interaksi pengguna dalam ekosistem keuangan terdesentralisasi (DeFi).
Inti dari Sky adalah dua token yang baru diperkenalkan, USDS dan SKY. USDS adalah stablecoin yang dapat dikonversi pengguna dari kepemilikan DAI atau USDC yang ada secara satu-ke-satu. Token ini akan memainkan peran penting dalam ekosistem Sky, memfasilitasi berbagai interaksi dalam platform.
Sementara itu, SKY berfungsi sebagai token tata kelola baru, menggantikan MKR. Pemegang MKR akan memiliki opsi untuk meningkatkan token mereka ke SKY, dengan demikian berpartisipasi dalam tata kelola ekosistem Sky. Model tata kelola tetap terdesentralisasi, yang memungkinkan pengguna untuk memengaruhi keputusan yang membentuk masa depan protokol.
Perubahan nama menjadi Sky ini merupakan sebagai bagian dari pembaruan besar yang dikenal sebagai Endgame Plan. Selain itu, stablecoin DAI akan berganti nama menjadi USDS, dan token tata kelola baru bernama Sky (SKY) akan diluncurkan, menggantikan Maker (MKR). Token SKY menawarkan fitur-fitur baru seperti Sky Savings Rate (SSR) dan Sky Token Rewards (STRs), yang bertujuan memberikan insentif lebih bagi pengguna.
Rune Christensen, Co-Founder MakerDAO, menyatakan bahwa perubahan nama ini bertujuan menyederhanakan pengalaman pengguna dan mendukung inovasi dalam ruang DeFi untuk semua trader kripto. Meskipun mengalami rebranding, prinsip-prinsip utama seperti desentralisasi dan pengelolaan oleh komunitas akan tetap dipertahankan.

Situs web dan aplikasi baru Sky akan diluncurkan pada 18 September, sementara token SKY dan USDS akan dirilis bulan depan. Pengguna dapat memilih untuk mengonversi token MKR dan DAI mereka menjadi SKY dan USDS secara sukarela, dengan rasio 1 MKR setara dengan 24.000 SKY, dan DAI dapat ditukar 1:1 dengan USDS.
Selain itu, Maker SubDAO akan berubah menjadi Sky Stars, proyek independen yang terhubung dengan ekosistem Sky. Endgame Plan bertujuan mengatasi masalah utama dalam DeFi, termasuk skalabilitas dan kepatuhan regulasi.
Namun, langkah ini memicu perdebatan dalam komunitas DeFi, terutama di antara trader kripto. Sebagian trader kripto menyambut baik perubahan ini sebagai inovasi yang diperlukan, sementara trader kripto lainnya mengkhawatirkan bahwa langkah ini berpotensi mengurangi prinsip desentralisasi yang menjadi inti MakerDAO. Beberapa pihak juga khawatir bahwa rebranding ini bisa memicu tren sentralisasi dalam ekosistem DeFi.


Leave A Comment