Dua Koin Crypto yang Menjanjikan di Tahun 2022

Hati-Hati! 3 Token Crypto Ini Berisiko Bearish di Pasar Bullish

Di tengah bullish kebahagiaan para traders crypto di bulan Oktober kemarin, ternyata ada tiga altcoin yang justru hampir terjun ke dasar jurang bearish selama bulan November ini. Parahnya, ketiga altcoin tersebut terancam mencetak level terendah baru.

Padahal, harga Bitcoin (BTC), sebagai token No. 1 di dunia crypto, beserta beberapa altcoin lainnya baru saja sukses mengukir puncak tahunan baru. Sayangnya, skenario terburuk masih bisa menghantui ketiga kripto ini.

Apa saja itu? Simak penjelasannya di sini!

3 Crypto Berisiko Bearish di Bulan November

Maker (MKR)

token crypto maker

Meski harga token crypto MKR meningkat dalam pola ascending wedge sejak bulan Juni. Pergerakan naik ini berujung pada tercapainya puncak tahunan baru di US$1.651 pada 24 Oktober kemarin. Namun sayang sekali, harganya kembali mengalami penurunan sejak puncak harganya.

Mengapa demikian? Ini karena pola ascending wedge dianggap sebagai pola bearish, yang hampir selalu mengarah pada breakdown (penurunan) harga. MKR mengalami pola breakdown tersebut pada tanggal 30 Oktober.

Perlu diketahui bahwa penurunan ini didahului oleh pola bearish divergence (hijau) pada Relative Strength Index (RSI) harian. Sebagaimana diketahui, RSI digunakan untuk mengidentifikasi kondisi overbought (jenuh beli) atau oversold (jenuh jual) oleh trader. Index tersebut juga dapat membantu memutuskan kapan harus mengakumulasi atau menjual aset.

Seperti apa yang terjadi pada MKR. Pola bearish divergence terjadi ketika penurunan momentum menyertai kenaikan harga. Fakta bahwa divergence ini terjadi di dalam pola ascending wedge semakin meningkatkan signifikansinya. Alhasil, jika MKR terus turun maka dapat terkoreksi hingga 25% dan mencapai US$1.000.

Meski demikian, masih ada kemungkinan breakout dan harga penutupan di atas resistance US$1.550 yang bisa membawa kenaikan 70% ke resistance berikutnya di angka US$2.250.

TomoChain (TOMO)

token crypto tomochain

Pekan lalu, token crypto TOMO harus lapang dada ketika gagal dalam upayanya untuk breakout dari area resistance US$1,75. Namun, upaya tersebut malah menguatkan area resistance dan menilik adanya pola bearish divergence pada RSI mingguan.

Harga TOMO telah merosot sejak mencapai puncak tahunannya di US$2,55 pada bulan Mei. Penurunan terbaru membuat terbentuknya sumbu atas (upper wick) yang sangat panjang (ikon merah) dan menyeret harga ke bawah US$1,75.

Tak hanya itu, TOMO juga membentuk pola candlestick bearish engulfing, di mana seluruh kenaikan dari periode sebelumnya terhapuskan pada periode berikutnya. Jika penurunan masih terus berlanjut, harga TOMO terancam turun sebesar 30% pada US$0,95. Namun, masih ada kemungkinan perebutan kembali hingga kenaikan 90% di angka US$2,45.

ApeCoin (APE)

crypto apecoin

Harga APE turut terancam turun di bulan November ini setelah mengalami kenaikan cepat sejak berhasil breakout dari garis tren descending resistance jangka panjang pada tanggal 13 Oktober. Alhasil, pada 6 November kemarin, APE mengalami kenaikan hingga US$1,49.

Sayangnya, kenaikan tersebut justru dekat dengan puncak lokalnya berdasarkan Elliott Wave count. Analis memprediksi, puncak lokalnya akan berada di angka US$1,55 disusul dengan penurunan sebesar 13% ke US$1,30. Meski demikian, masih ada kemungkinan kenaikan sebesar 25% ke resistance berikutnya di level US$1,85.

Bergembira di pasar crypto yang sedang bullish harus tetap membuatmu waspada ya. Jangan sampai karena merasa sedang aman dan di atas angina, jadi lengah dan asal-asalan memilih token untuk berinvestasi. Pastikan untuk selalu mengecek kondisi pasar, fundamental, dan tren ke depan. Pastinya kamu tidak ingin investasi yang kamu keluarkan baik secara analisis dan finansial sia-sia begitu saja, kan?

Leave A Comment