
5 Peluang Altcoin yang Akan Bullrun Selanjutnya, Ada Jagoanmu?
Berbagai prediksi bermunculan bahwa altcoin akan kembali bullrun dalam waktu dekat. Di saat harga kripto mengalami stagnasi, pengembang proyek telah memperkenalkan fungsionalitas baru dan membangun kasus penggunaan yang kini memposisikan beberapa proyek token untuk mencari investor baru.
Contohnya, dalam 24 jam terakhir, Bitcoin menyaksikan volatilitas yang signifikan, bergerak dari level tertinggi US$25.941, naik sedikit di atas level US$25.000. Oleh karena itu, mengutip akun Instagram Coindesk.id di Jakarta, Selasa (31/10/23) jika kamu mengincar keuntungan signifikan lewat bullrun altcoin berikutnya, kamu wajib memperhatikan 5 hal ini!
Altcoin Bullrun

1. Layer 2 (L2) Optimistic Rollups & Sidechain
Layer 2 (L2) adalah sebuah blockchain terpisah yang dibangun di atas blockchain layer 1 untuk mengatasi permasalahan skalabilitas jaringan. Kamu harus memperhatikan hal ini sebagaimana Arbitrum yang memanfaatkan Optimistic Rollup yang menggulung transaksi menjadi secarik data dan memprosesnya secara off-chain. Berkat itu, Arbitrum meningkatkan TPS 7-10 kali lipat, mengurangi biaya transaksi, dan meningkatkan sinkronisasi dengan Ethereum.
Selanjutnya ada Optimism yang membantu Ethereum meningkatkan skalabilitas dengan menawarkan throughput yang lebih besar, latensi yang lebih rendah, dan biaya gas yang lebih murah.
Ada juga Polygon (MATIC) yang merupakan salah satu proyek L2 Ethereum populer. Adapun L2 utama Polygon adalah Polygon PoS, sidechain yang mekanisme konsesusnya sendiri tetapi memanfaatkan beberapa fitur keamanan Ethereum.
2. Layer 2 (L2) ZK Rollups
ZK Rollups menggunakan bukti zero-knowledge untuk validasi transaksi tanpa harus membuka konten setiap transaksi. Hal ini berbeda dengan Optimistic rollups, karena komputasinya terjadi off chain sehingga jumlah data untuk masuk ke dalam blockchain jadi berkurang. Hal ini membuat transaksi lebih cepat dan mendukung skalabilitas jaringan.
Contohnya adalah Loopring yang memiliki ZK Rollups dengan tujuan memberikan tingkat keamanan yang sama dengan jaringan utama Ethereum. Namun, dengan skalabilitas yang lebih tinggi, seperti peningkatan throughput sebesar 1000 kali lipat dan pengurangan biaya transaksi menjadi 0,1% dari layer 1 (L1).
Selain itu, ada juga ZkSync yang digunakan oleh platform seperti Binance. zkSync adalah ZK rollup dari Matter Labs yang saat ini sudah beroperasi di jaringan utama Ethereum dan mendukung pembayaran, pertukaran token, dan pembuatan NFT.
3. Altcoin yang berkaitan dengan AI
Pilihlah kripto yang berkaitan dengan Artificial Intelligence (AI). Ini berarti aset digital tersebut memanfaatkan teknologi AI dalam naratif promosi dengan mencuri perhatian industri seperti pada awal kuartal 2023 ini. Tren ini pun berpotensi berlanjut hingga bullrun berikutnya.
Contohnya adalah Render sebagai platform rendering GPU terdesentralisasi. Render memanfaatkan sumber daya GPU dari berbagai lokasi untuk merender gambar 3D. Lalu, ada juga Fetch.ai yang merupakan platform integrasi layanan AI ke dalam bisnis tanpa mengubah konfigurasi API yang ada.

4. Altcoin Ethereum Killer
Altcoin ini merupakan blockchain alternatif yang berusaha untuk mengatasi kelemahan yang saat ini dimiliki Ethereum, seperti gas fee yang tinggi dan jumlah transaksi yang rendah.
Contohnya adalah Solana, Cardano, dan Avalanche. Solana cukup kompetitif dalam dunia DeFi karena mengadopsi institusional dan unggul dalam skalabilitas.
Sementara Cardano menonjol di antara altcoin lainnya karena strategi jangka panjang dan penekanan ramah lingkungan, serta bertujuan menghubungkan berbagai blockchain. Di sisi lain, Avalanche memiliki kemitraan, pertumbuhan transaksi, dan inovasi yang tangguh dan berpotensi besar dalam hal ekosistem.
5. Altcoin yang Lahir Saat Bull run
Pastinya saat bullrun berikutnya akan lahir altcoin-altcoin baru dengan tren saat itu, seperti token metaverse yang sempat hype dan naik daun.
Oleh karena itu, prediksi karakteristik altcoin yang kemungkinan hidup dalam momen bullrun adalah yield farming dengan APY tinggi serta proyek yang bernilai dalam jangka panjang, utilitas dunia nyata, dan kualitas produk mereka yang lebih besar potensinya untuk bertahan dalam jangka panjang.
Jadi, yang mana pilihanmu?


Leave A Comment