Bursa Kripto yang Masih Ditunggu di Indonesia

5 Wilayah dengan Investor Kripto Terbanyak di Indonesia, Totalnya Sentuh 18,35 Juta Pengguna!

Investor kripto di Tanah Air tumbuh subur. Menurut data dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti/CoFTRA), jumlah total investor kripto di Indonesia mencapai 18,25 juta pada November 2023 saja.

Rata-rata peningkatan bulanan jumlah pelanggan yang terdaftar adalah sebanyak 437.900 pelanggan. Jawa merupakan wilayah dengan jumlah investor kripto tertinggi, mencapai 63,6%. Disusul oleh Sumatera sebanyak 12,8%, Kalimantan 5,4%, Sulawesi 4,1%, dan Bali 2,6%. Setiap bulan, pertumbuhan rata-rata pelanggan mencapai 437,9 ribu pelanggan sejak Februari 2021.

Mengutip Antara di Jakarta, Selasa (6/2/24) Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Berjangka Komoditi Bappebti Tirta Karma Sanjaya mengaku optimis dengan antusiasme masyarakat terhadap aset digital ini.

Pergerakan Harga Kripto Awal Agustus 2022
Gambar: Money Kompas

Menurut Tirta, tingginya antusiasme masyarakat terhadap aset digital perlu diimbangi dengan edukasi yang komprehensif. Terlebih, Bitcoin halving diproyeksikan akan mendorong peningkatan harga dan transaksi aset digital ini.

Untuk diketahui, bitcoin halving adalah peristiwa ketika imbal hasil penambangan transaksi bitcoin dipotong setengahnya (50 persen) untuk membatasi pasokan dan menekan inflasi. Berdasarkan data historis, harga bitcoin selalu mengalami kenaikan signifikan setelah halving day. Sehingga, momen tersebut cukup ditunggu-tunggu oleh investor.

Nilai Transaksi Kripto Capai Rp104,9 Triliun

Tips Investasi Kripto Anti Rugi
Gambar: Freepik/viktorius

Berdasarkan data, nilai transaksi aset kripto di Indonesia sepanjang Januari hingga Oktober 2023 mencapai Rp104,9 triliun. Meski demikian, angka ini tidak sebesar periode sebelumnya, tetapi potensi industri cryptocurrency masih dinilai sangat besar.

Selain itu, saat ini Indonesia berada di peringkat ketujuh sebagai negara dengan jumlah investor aset kripto terbesar di dunia. 

“Kami terus berkoordinasi dan bekerja sama dengan para pedagang asosiasi, dan stakeholders terkait untuk mengembangkan ekosistem dan tata kelola aset kripto. Dengan demikian, kami optimis nilai transaksi ini akan kembali meningkat,” lanjut Tirta.

Tetapi, lain halnya pandangan Ketua Umum Aspakrindo-ABI dan Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia-Asosiasi Blockchain Indonesia (Aspakrindo-ABI) Robby. Beliau mengungkapkan tahun ini menjadi tahun yang penuh tantangan akibat isu mengenai platform exchange ilegal yang menyebabkan risiko keamanan bagi investor.

Pemicu Turunnya Harga Mata Uang Kripto
Gambar: techjournal.org

Tak hanya itu, tantangan lainnya di mana layanan yang masih terbatas pada spot trading sehingga mempengaruhi minat investor. Tetapi, performa di tahun mendatang masih positif karena bitcoin sebagai salah satu aset kripto terpopuler meningkat hingga 175 persen sejak Januari 2023.

Terlebih, per November 2023, Otoritas jasa keuangan (OJK) sedang menyusun Masterplan dan Roadmap Bidang IAKD termasuk aset kripto.

Proses yang dilakukan saat ini yaitu melakukan pendalaman mekanisme pengaturan, perizinan, dan pengawasan secara berkelanjutan. OJK juga berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk memetakan cross-cutting issue dalam hal koordinasi dan harmonisasi kebijakan dan pengaturan aset digital.

Sudah lebih dari 1 dekade sejak kemunculan awal Bitcoin. Masyarakat pun mulai melihat potensi aset keuangan digital termasuk aset kripto beserta koin alternatif lainnya yang juga berkembang pesat. Kini, aset-aset tersebut berkembang dengan kegunaan yang bervariasi, sehingga menjadi kelas aset baru yang menarik perhatian investor ritel maupun institusional.

Leave A Comment