dbs bank singapore

Bank DBS Cetak Untung Rp3,2 Triliun Berkat Pegang Ethereum, Gokil!

Bank DBS asal Singapura dilaporkan untung sekitar USD200 juta (Rp3,2 triliun) berkat dompet kripto yang dimiliki perusahaan perbankan multinasional dan jasa keuangan ini. Dilaporkan, Bank DBS menyimpan lebih dari 170,000 Ethereum senilai hampir USD650 juta (Rp10,6 triliun).

Pada bulan Mei lalu, firma analisis blockchain Nansen menandai “whales” Ethereum sebagai lembaga perbankan Singapura. Menurut Nansen, mereka mengidentifikasi ‘whales’  tersebut sebagai DBS dan memperkirakan bahwa dompet kripto telah menghasilkan keuntungan sebesar $200 juta dari memegang Ether.

Namun ketika ditanya apakah solusi pertukaran atau penyimpanan digital DBS memiliki atau memegang kunci pribadi dompet tersebut, bank menolak berkomentar.

Bank DBS menampung aset investor

Ethereum (ETH) bull run
FILE PHOTO: A representations of cryptocurrency Ethereum is seen in front of a stock graph and U.S. dollar in this illustration taken, January 24, 2022. REUTERS/Dado Ruvic/File Photo

Meskipun Bank DBS tidak mengonfirmasi bahwa ETH itu milik mereka, beberapa orang berspekulasi bahwa itu mungkin berasal dari pertukaran digital DBS untuk investor terakreditasi. Seorang anggota komunitas menunjukkan bahwa ETH yang disimpan di dompet bisa jadi merupakan aset yang disimpan atas nama investor dan bukan aset bank.

Meskipun Nansen tidak mengungkapkan bagaimana mereka mendapatkan informasi tersebut, perusahaan tersebut mengatakan kepada Cointelegraph bahwa itu berasal dari “sumber yang dapat dipercaya.”

Analis Nansen Edward Wilson mengatakan bahwa DBS memiliki kunci pribadi dompet tersebut dan kemungkinan besar merupakan bagian dari solusi penyimpanan perusahaan.

“Ini serupa dengan cara kami melihat institusi, baik bursa kripto-native seperti dana kustodian Binance atau Coinbase atas nama penggunanya dan dana kustodi non-kripto-asli. Lembaga ini adalah kustodian dan bertanggung jawab mengelola keamanan dana,” tutur Wilson, sebagaimana dikutip dari Cointelegraph di Jakarta, Selasa (18/6/24).

Pada tahun 2020, Bank DBS meluncurkan layanan perdagangan dan penyimpanan kripto serta platform untuk melakukan penawaran token keamanan. Pada saat itu, DBS Exchange mengatakan bahwa bursa tersebut tidak akan memiliki aset apa pun tetapi akan menawarkan layanan kustodian kepada investor.

“Semua aset digital disimpan di Bank DBS, yang diakui secara global atas layanan kustodiannya,” tulis bank tersebut. Saat itu, DBS juga menyoroti bahwa mereka akan mendukung mata uang kripto utama, termasuk Bitcoin, Bitcoin Cash, Ethereum Classic, dan Ethereum.

Volume perdagangan Bank DBS menggelembung

DBS bank singapore

Sejak awal, divisi kripto Bank DBS telah mencapai kesuksesan besar. Pada tahun 2022, DBS melaporkan pertumbuhan pembelian Bitcoin empat kali lipat di bursa digital bank tersebut. Total perdagangan meningkat lebih dari dua kali lipat pada Juni 2022 dibandingkan April 2022.

Pada tahun 2023, DBS melaporkan bahwa volume perdagangan Bitcoin tumbuh sebesar 80%, di mana bank dikaitkan dengan keruntuhan kripto pada tahun 2022.

Pada Juli 2023, Bank DBS meluncurkan alat transaksi yuan digital dan melakukan transaksi pertamanya untuk klien korporat. Cabang banknya di China, DBS Bank China, mengumumkan peluncuran solusi pedagang e-CNY yang memungkinkan bisnis menerima pembayaran menggunakan mata uang digital bank sentral (CBDC).

Investasi Ethereum Bank DBS Menghasilkan Pengembalian yang Signifikan

ETH Classic
Gambar: Yahoo Image

Kepemilikan Ethereum, yang diidentifikasi oleh Nansen sebagai milik DBS, mewakili portofolio besar senilai sekitar USD647 juta. Penilaian ini menggarisbawahi keyakinan bank terhadap potensi jangka panjang Ethereum dan pasar mata uang kripto yang lebih luas. Margin keuntungan sebesar USD200 juta ini merupakan bukti kinerja kuat Ethereum sebagai aset dan strategi investasi bank yang cerdas.

Keterlibatan bank dalam dunia kripto dimulai dengan sungguh-sungguh pada tahun 2020 ketika meluncurkan DBS Digital Exchange. Pertukaran ini juga menawarkan layanan tokenisasi, yang memungkinkan bisnis mengumpulkan dana melalui penerbitan token keamanan yang didukung oleh aset nyata.

Keuntungan signifikan yang diperoleh DBS dari kepemilikan Ethereum mencerminkan tren pasar yang lebih luas, di mana adopsi mata uang kripto secara institusional telah meningkatkan legitimasi dan stabilitas di pasar. Keberhasilan bank ini dapat membuka jalan bagi lembaga keuangan lain di Singapura dan secara global untuk menjajaki investasi serupa.

Portofolio Ethereum DBS merupakan contoh penggabungan keuangan tradisional dengan teknologi blockchain mutakhir. Dengan semakin banyaknya bank dan entitas keuangan yang mengeksplorasi aset digital, lanskap keuangan kemungkinan akan mengalami transformasi besar. Apakah kamu siap menghadapi bullish di masa depan?

Leave A Comment