
Bitcoin Sentuh Rekor Rp733 Juta Berkat ETF Bitcoin Spot, Hari Terbaik yang Pernah Ada!
- Fajria Anindya Utami
- February 10, 2024
- News, Crypto
- bearish, bull, ETF Bitcoin
- 0 Comments
Bitcoin (BTC) secara mengejutkan naik melampaui USD47,000 (Rp733 juta) pada hari Jumat kemarin Bitcoin Exchange Trade Fund (ETF) spot yang berbasis di AS membukukan salah satu arus masuk bersih terbesar pada hari Kamis sejak debutnya.
Kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar ini sukses mencapai USD47,699 (Rp744 juta). Angka tersebut merupakan angka tertinggi sejak hari peluncuran ETF bitcoin yang sebelumnya sempat merosot ke USD46,700 (Rp729 juta) dalam aksi jual yang cepat. Segera setelah itu, harga ETF Bitcoin Spot ini dengan cepat pulih sedikit di atas USD47.000.
Melansir Coin Desk di Jakarta, Sabtu (10/2/24) pada saat berita ini dimuat, BTC naik 4.5% selama 24 jam terakhir, mengungguli Indeks CoinDesk 20 (CD20), ukuran mata uang kripto terbesar, hingga naik 3.8%.
Lonjakan harga ini terjadi ketika ETF spot meningkatkan kepemilikan bersih bitcoin mereka sebesar 9,260 BTC, menurut perhitungan CoinDesk. Itu berarti arus masuk lebih dari USD400 juta (Rp6,2 triliun), menurut data BitMex Research, angka tertinggi sejak 17 Januari.
“Ini adalah hari arus masuk terbesar ke-3 bagi grup ini sejak peluncurannya,” ujar James Seyffart, analis ETF di Bloomberg Intelligence, mengatakan dalam postingan X. “Masih hari yang besar.”
Meskipun bitcoin naik hampir 10% dalam seminggu, reli masih memiliki ruang untuk berjalan, kata para analis.

Apasar senior FxPro Alex Kuptsikevich mengatakan kepada CoinDesk dalam sebuah wawancara email bahwa bitcoin siap untuk harga bitcoin yang lebih tinggi setelah merebut kembali rata-rata pergerakan utama 50 hari.
Markus Thielen dari 10X Research mengatakan awal pekan ini bahwa bitcoin menargetkan angka USD48,000 (Rp749 juta) dalam jangka pendek didorong oleh keuntungan bersejarah yang kuat di sekitar perayaan Tahun Baru Imlek. Dalam jangka menengah, dia memperkirakan BTC akan mencapai USD52,000 (Rp811 juta) pada bulan Maret untuk menyelesaikan gelombang kelima dari tren naiknya.
BlackRock iShares Bitcoin Trust (IBIT) telah menjadi salah satu dari lima ETF teratas pada 2024 berdasarkan arus masuk.
Menurut data dari Bloomberg Intelligence, posisi itu dicapai hanya 17 hari setelah peluncurannya. Adapun satu-satunya dana atau fund yang melampaui arus masuk IBIT sebesar USD3,2 miliar (Rp49,9 triliun) sepanjang tahun ini, adalah indeks ETF raksasa yang sudah lama ada dari iShares dan Vanguard yang menawarkan eksposur ke S&P 500 atau total pasar saham.
Di posisi nomor satu dengan arus masuk USD13 miliar (Rp202 triliun) sepanjang tahun ini, ditempati oleh iShares Core S&P 500 ETF (IVV), yang memiliki total kelolaan aset (assets under management/AUM) sebesar USD428 miliar (Rp6,6 kuadriliun). Posisi nomor dua dengan arus masuk USD11,1 miliar (Rp173 triliun), yakni Vanguard 500 Index Fund ETF (VOO), yang memiliki AUM hampir USD398 miliar (Rp6,2 kuadriliun).
Yang juga masuk dalam 10 besar pengumpul aset ETF tahun ini adalah Wise Origin Bitcoin Fund (FBTC) dari Fidelity, di mana arus masuknya sebesar USD2,7 miliar (Rp42 triliun) menempatkannya di urutan ke-delapan dalam daftar.
Meskipun hal tersebut merupakan pencapaian yang mengesankan, keseluruhan investasi ke semua ETF bitcoin spot baru telah melambat dalam beberapa hari terakhir. Namun, IBIT BlackRock dan FBTC Fidelity tetap menjadi dua dana yang terus mengalami aliran positif sejak dipasarkan.
Definisi ETF Bitcoin

Exchange-traded funds (ETF) Bitcoin adalah kumpulan aset terkait Bitcoin yang ditawarkan di bursa tradisional oleh pialang untuk diperdagangkan sebagai ETF. Tujuan di balik ETF ini adalah untuk memberikan investor ritel dan investor lainnya eksposur terhadap mata uang kripto tanpa perlu memilikinya.
Exchange-traded fund atau dana yang diperdagangkan di bursa adalah dana investasi yang menyimpan aset dan menerbitkan sekuritas sebagai bagian dari dana tersebut yang diperdagangkan di bursa. ETF diperdagangkan di bursa saham, memberikan investor eksposur terdiversifikasi terhadap berbagai kelas aset dan fleksibilitas untuk membeli atau menjual saham sepanjang hari perdagangan dengan harga pasar. Dibandingkan harus memegang banyak saham yang berbeda, seorang investor cukup memiliki saham dari satu ETF yang diinvestasikan di perusahaan tersebut.
ETF dibuat dengan membeli kontrak berjangka dari CME Group dan menggabungkannya ke dalam dana. Selanjutnya, perusahaan menawarkan bagian dana tersebut kepada investor. Kontrak berjangka dalam dana tersebut kemudian dikelola secara aktif saat saham diperdagangkan. Jadi, alih-alih memperdagangkan Bitcoin di bursa mata uang kripto, investor dapat memperdagangkan saham ini di bursa tradisional dan mendapatkan eksposur.
Apakah kamu masih tertarik lebih lanjut dengan ETF Bitcoin Spot ini?


Leave A Comment