coinbase project diamond

Coinbase Luncurkan Project Diamond di Bawah ‘Naungan’ Regulator Abu Dhabi

Coinbase baru saja bergabung dalam persaingan membawa aset keuangan tradisional (TradFi) ke blockchain. Project Diamond yang dikembangkan oleh Coinbase Asset Management (AM) ini telah menggabungkan layanan kustodi Coinbase Prime, dompet kripto Web3 bursa, stablecoin USDC Circle, dan jaringan Base layer-2 untuk menciptakan pasar modal.

Platform tersebut juga telah menerima persetujuan prinsip dari Financial Services Regulated Activity (FSRA) Abu Dhabi Global Market (ADGM) dan akan memasuki sandbox RegLab badan tersebut, ujar perusahaa. Mereka telah menerbitkan dan mendistribusikan instrumen utang pertamanya yakni surat diskon jangka pendek dalam mata uang stablecoin USDC di Base sebagai demonstrasi kepada regulator di Abu Dhabi.

Peluncuran ini terjadi pada saat ada persaingan sengit antara bank global dan perusahaan kripto-native untuk membawa lebih banyak aset keuangan tradisional seperti obligasi dan kredit ke jalur blockchain.

project diamond

Mengutip Coin Desk di Jakarta, Rabu (13/12/23) proses ini sering disebut sebagai tokenisasi aset dunia nyata atau real-world assets (RWA), dan para ahli mengatakan proses ini dapat menawarkan penyelesaian yang lebih cepat, pengoperasian yang lebih murah, dan transparansi yang lebih besar dibandingkan dengan sistem keuangan kuno.

Perusahaan manajemen aset 21.co memperkirakan bahwa pasar RWA yang diberi token akan tumbuh hingga US$10 triliun pada akhir dekade ini.

Project Diamond membawa tokenisasi ke tingkat berikutnya, menciptakan aset digital langsung di blockchain alih-alih membuat versi token dari instrumen yang sudah ada.

“Tokenisasi adalah langkah pertama yang penting, namun kesimpulan alaminya adalah transisi ke aset asli digital,” ujar Shaun Martinak, kepala pengembangan infrastruktur  Coinbase Asset Management melalui email. “Alih-alih melakukan tokenisasi pada aset-aset off-chain, instrumen utang asli digital ini diciptakan dan dimatangkan sepenuhnya secara on-chain, dengan siklus hidup otomatis yang memanfaatkan sepenuhnya infrastruktur generasi berikutnya.”

“Saat ini, kurang dari 0,25% total aset global terwakili dalam infrastruktur blockchain, sehingga peningkatan efisiensi besar-besaran tidak dapat diperoleh,” kata Coinbase. “Tujuan kami adalah untuk menutup kesenjangan ini dengan memungkinkan penggunaan teknologi keuangan generasi mendatang secara institusional.”

Mengenal Project Diamond Coinbase

project diamond coinbase

Project Diamond adalah platform bertenaga smart contract bagi institusional untuk membuat, membeli, dan menjual aset digital dengan lancar. Sebelumnya, Project Diamond telah mengeksekusi instrumen utang pertama di platform mereka pada 10 November lalu, sebagai persiapan memasuki sandbox RegLab di Abu Dhabi Global Market (ADGM).

Untuk diketahui, ADGM RegLab adalah kerangka peraturan yang dirancang khusus untuk menyediakan lingkungan terkendali bagi peserta financial technology (fintech) untuk mengembangkan dan menguji solusi inovatif.

Selain itu, Project Diamond menggunakan layer teknologi dan layanan Coinbase, beserta Base yang merupakan blockchain layer-2 (L2) Ethereum. Selain itu, kustodian Coinbase Prime, Coinbase Web3 Wallet, stablecoin USD Coin (USDC) juga digunakan dalam Project Diamond.

Tujuan dari kehadiran projek ini adalah untuk menghadirkan aktivitas pasar modal yang aman, patuh, untuk terus membuka kunci adopsi institusional terhadap ekonomi kripto global.

Co-Founder dan CEO Coinbase, Brian Armstrong mengungkapkan bahwa Project Diamond memulai tokenisasi real-world assets (RWA) dengan cara yang diregulasi secara on-chain.

Leave A Comment