
6 Penyerangan Brutal karena Kripto: Dari Penculikan hingga Kekerasan Ekstrem!
- Fajria Anindya Utami
- May 20, 2025
- Crypto
- kejahatan, kripto, penyerangan
- 0 Comments
Seiring melonjaknya harga dan popularitas mata uang kripto, muncul tren mengkhawatirkan: serangan kekerasan terhadap pemilik aset digital. Para pelaku kejahatan tak lagi hanya mengandalkan peretasan digital, mereka kini mengincar korban secara fisik dengan metode kekerasan ekstrem.
Jameson Lopp, pakar keamanan siber dan pendiri Casa, mengelola repositori di GitHub yang mendokumentasikan insiden ini. Ia mencatat setidaknya 22 kasus “$5 wrench attacks” hanya dalam tahun 2025. Istilah tersebut merujuk pada taktik lama: menyiksa atau mengancam seseorang agar mengungkapkan kata sandi atau akses ke dompet kripto mereka. “Ini bukan lagi sekadar dunia digital—ini menjadi nyata dan berbahaya,” tulis Lopp.
1. Penculikan Pendiri Ledger: Ancaman Nyata di Rumah Sendiri
Salah satu kasus paling menggemparkan terjadi pada Januari 2025. Pendiri dompet kripto Ledger, David Balland, dan istrinya Amandine diculik dari rumah mereka. Mereka dibawa secara paksa, dipisahkan, dan disekap di dua lokasi berbeda.
Para penculik menuntut tebusan besar dalam bentuk mata uang kripto. Mereka bahkan memutilasi tangan Balland dan mengirimkan fotonya kepada pihak Ledger sebagai bentuk tekanan.
Jaksa Paris Laure Beccuau menyatakan, “Ledger segera melaporkan ke polisi. Lebih dari 230 petugas dilibatkan dalam operasi pencarian.” David ditemukan sehari kemudian di Châteauroux, dan Amandine berhasil diselamatkan keesokan harinya di Étampes. Sepuluh orang, termasuk sembilan pria dan satu wanita, ditangkap. Sebagian dari uang tebusan telah berhasil dilacak dan dibekukan.
2. “Lambo Deal” Berujung Penculikan di Filipina
Pada 20 Januari, pedagang Bitcoin asal Korea, Taehwa Kim, bertemu dengan pria berinisial “JC” di Makati, Filipina, yang berpura-pura ingin membeli mobil Lamborghini miliknya. Setelah uji coba kendaraan, mereka berhenti di sebuah spa, di mana Kim kemudian disergap oleh tiga pria lain dan diculik.
Kim disekap selama tiga hari dan akhirnya ditemukan oleh polisi dalam kondisi terikat, 50 km dari tempat awal pertemuan. Meski kriptonya aman, para penyerang berhasil mencuri mobil, dompet, jam tangan Rolex, dan kunci rumahnya.

3. Streamer “Amouranth” Tembak Penyerang di Rumah
Streamer ternama dan cosplayer, Kaitlyn Siragusa alias “Amouranth,” menjadi target perampokan pada 2 Maret 2025, hanya beberapa bulan setelah ia secara publik memposting isi dompet kriptonya—yang mencakup lebih dari $20 juta dalam BTC dan $80.000 dalam ETH.
Dalam postingan real-time di X, Siragusa menulis, “Saya baru saja dirampok bersenjata. Mereka berteriak tentang kripto dan menarik saya dari tempat tidur.” Ia mengklaim sempat ditempeleng sebelum berhasil menembak salah satu penyerang. Mereka melarikan diri, meninggalkan darah yang kini dijadikan bukti oleh kepolisian.
4. Pengusaha Spanyol Disekap dan Diminta Tebusan $50 Juta
Pada 29 Maret, seorang pengusaha asal Spanyol diculik di São Paulo oleh dua pria yang menyamar sebagai polisi. Ia dibawa ke lokasi terpencil dan ditahan selama seminggu. Para penculik menuntut tebusan sebesar $50 juta dalam bentuk kripto.
Korban dibius, namun berhasil melarikan diri ketika salah satu pelaku lengah. Ia mencapai pom bensin dan meminta bantuan. Polisi kemudian menangkap seorang tersangka, lengkap dengan senjata api dan amunisi.
5. Putri Pendiri Bursa Kripto Melawan Penyerang
Putri Pierre Noizat, pendiri bursa kripto Paymium, nyaris diculik di Paris pada 13 Mei saat berjalan bersama anaknya. Tiga pria bertopeng mencoba menyeret mereka ke dalam van, tetapi sang putri berhasil melawan dan melucuti senjata salah satu pelaku. Kerumunan warga sekitar kemudian membantu menggagalkan upaya penculikan. Kedua korban mengalami luka ringan dan dirawat di rumah sakit.

6. Ayah Pebisnis Kripto Diculik dan Dimutilasi
Insiden serupa menimpa ayah seorang pengusaha kripto Prancis. Ia diculik di Paris pada 4 Mei, dibawa ke Essonne, dan jarinya dipotong sebagai ancaman. Para pelaku menuntut 5 juta euro dalam bentuk kripto, disertai video penyiksaan yang dikirim ke anaknya. Korban diselamatkan dua hari kemudian, dan lima orang ditangkap.
Guillaume Farde, pakar keamanan dalam negeri, menyatakan: “Ada kemiripan kuat dengan kasus Balland. Bisa jadi ini ulah kelompok yang sama, itu yang sedang diselidiki.”
Meningkatnya kekerasan fisik membuat banyak pihak meninjau ulang pendekatan terhadap keamanan kripto. Ben Davis, CEO perusahaan asuransi blockchain Native, mengatakan kepada Cointelegraph, “Dulu peretasan kripto terjadi saat eksekutif bepergian. Sekarang, mereka diserang di rumah sendiri. Ini lebih terencana dan berani.”
Menteri Dalam Negeri Prancis Bruno Retailleau mengadakan pertemuan darurat dengan para profesional kripto pada 16 Mei untuk membahas respons terhadap lonjakan serangan ini.
Keamanan Pribadi Jadi Prioritas Baru Dunia Kripto
Tren ini mengindikasikan pergeseran paradigma besar: dari keamanan digital menjadi keamanan fisik. Bagi pemilik kripto, menjaga dompet digital saja tidak cukup—mereka kini harus memikirkan pengamanan rumah, perjalanan, bahkan kehidupan keluarga.
Masa depan industri ini mungkin akan ditentukan bukan hanya oleh teknologi blockchain, tetapi juga oleh kemampuan kita melindungi manusia yang berada di balik aset digital tersebut.


Leave A Comment