
Alipay China Pasang Iklan ETF Bitcoin, Tanda Masa Depan Kripto Makin Bersinar?
- Fajria Anindya Utami
- December 12, 2024
- Crypto
- bitcoin, ETF Bitcoin, kripto, NFT
- 0 Comments
Platform pembayaran terbesar di China, Alipay, dengan lebih dari 1 miliar pengguna kini menjadi sorotan karena menampilkan iklan terkait Bitcoin dan mata uang kripto kepada pengguna di China daratan. Menurut laporan dari Sina Finance pada 12 Desember, banyak pengguna di wilayah tersebut menemukan promosi terkait dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) Bitcoin di homepage Alipay mereka.
Iklan tersebut mengajak pengguna untuk berinvestasi dalam kripto dengan slogan: “Investasi global, mata uang kripto melonjak, investasi minimum 10 yuan, bergabunglah sekarang.”
Iklan ini mengarahkan pengguna ke produk Huabao Overseas Technology C (QDII-FOF-LOF), yang diketahui memiliki eksposur tidak langsung ke saham Coinbase dan ETF Bitcoin ARK 21Shares.
Seorang pengamat pasar terkemuka, Colin Wu menyebutkan di platform X (sebelumnya Twitter) bahwa pengguna China daratan saat ini dibatasi untuk membeli maksimal 1.000 yuan Tiongkok (sekitar $137 atau Rp2,1 juta) saham dana tersebut setiap hari. Yakni dengan investasi minimum sebesar 10 yuan ($1,40 atau Rp22 ribu).
“Mereka secara tidak langsung berinvestasi di saham Coinbase dan ARK spot Bitcoin ETF melalui investasi di dana Wood Sister. Selain itu, Huabao Technology dan sejumlah QDII lainnya mengiklankan mata uang kripto di Alipay,” tulis Wu dalam sebuah unggahan.
Laporan pertama mengenai iklan kripto di Alipay muncul pada 11 Desember ketika outlet blockchain lokal ChainCatcher mengangkat berita ini berdasarkan laporan dari komunitas. Beberapa pengguna bahkan berspekulasi bahwa ke depannya mereka mungkin saja bisa membeli Bitcoin langsung melalui Alipay.
ETF Bitcoin AS di Daratan China Bukan Hal Baru

CEO perusahaan blockchain Red Date Technology, Yifan He mengatakan bahwa perusahaan induk Alipay, Ant Financial Services Group memang menawarkan beberapa layanan perdagangan ETF berbasis AS.
“Jadi, mengizinkan ETF Bitcoin tidak akan mengejutkan saya,” katanya kepada Cointelegraph, yang dikutip Kamis (12/12/2024).
He menjelaskan bahwa pembelian dan penjualan ETF ini dilakukan melalui Ant Group menggunakan yuan China. “Selama orang tidak dapat memindahkan yuan keluar dari negara secara ilegal, regulator tidak akan menganggapnya sebagai risiko besar,” tambahnya.
Namun, ia juga menekankan bahwa iklan kripto baru-baru ini di Alipay kemungkinan bukan inisiatif langsung dari Ant, melainkan pihak ketiga yang memanfaatkan celah. He menambahkan, “Iklan ini tidak berarti apa-apa. Mereka akan segera menghilang.”
Kebijakan Alipay Terkait Kripto

Pada tahun 2019, Alipay secara resmi melarang semua transaksi terkait Bitcoin di platformnya, sejalan dengan sikap anti-kripto pemerintah China. Larangan ini mencerminkan upaya pemerintah untuk menekan aktivitas perdagangan kripto yang dimulai sejak 2017 dengan pelarangan bursa kripto di wilayah tersebut.
Namun, meskipun ada larangan, otoritas China telah berulang kali menyatakan bahwa aset kripto diakui sebagai properti legal yang dilindungi oleh hukum. Di tengah pasar bullish pada 2024, rumor tentang potensi pencabutan larangan Bitcoin di China sempat mencuat. Namun, komunitas tetap skeptis terhadap kemungkinan ini.
Masa Depan NFT

Sementara itu, di bidang NFT, optimisme tetap hidup menurut Yat Siu, Ketua Animoca Brands. Ia mengaku optimis dan percaya bahwa NFT akan kembali berjaya.
“Bahkan melampaui pencapaian pada puncaknya di 2021,” ujarnya dalam sebuah wawancara di acara Bitcoin MENA di Abu Dhabi. “NFT akan lebih besar daripada tahun 2021 dan 2022.”
Pada masa puncaknya, volume bulanan perdagangan NFT mencapai $6 miliar (Rp95 triliun) pada Januari 2022. Namun, sejak saat itu, volume tersebut turun drastis, sering kali tidak mencapai $1 miliar (Rp16 triliun). Banyak proyek NFT, termasuk RTFKT milik Nike memutuskan untuk menghentikan operasi akibat pasar yang sulit.
Meskipun demikian, Yat Siu tetap yakin bahwa kegagalan adalah bagian alami dari bisnis. “Beberapa proyek akan berhasil, dan beberapa akan gagal. Itu siklus yang normal,” ujarnya. Ia menambahkan, kegagalan RTFKT tidak mencerminkan kondisi seluruh industri NFT. “Berapa banyak merek fesyen atau perusahaan game yang meluncurkan produk dan gagal? Itu hal yang wajar.”
Siu juga menyoroti peran NFT sebagai simbol status, membandingkannya dengan barang mewah seperti rumah, mobil, atau pakaian mahal.
“Ketika kita menghasilkan uang, kita tidak selalu membelanjakannya untuk menghasilkan lebih banyak uang. Kita membelanjakannya untuk barang yang meningkatkan reputasi kita,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa NFT seperti Bored Apes atau CryptoPunks memiliki nilai sebagai simbol status, serupa dengan memiliki lukisan Picasso.
Dari iklan kripto di Alipay hingga optimisme terhadap NFT, perkembangan terbaru ini menunjukkan dinamika unik di pasar kripto dan blockchain, khususnya di China. Meskipun ada pembatasan ketat, minat terhadap kripto dan teknologi terkait tampaknya tidak surut. Seiring waktu, arah kebijakan pemerintah dan inovasi industri akan menentukan bagaimana sektor ini berkembang di masa depan.
Bagaimana menurutmu?


Leave A Comment