
Arus Keluar Besar-Besaran ETF Kripto: Bitcoin dan Ether Tertekan, Sentimen Pasar Melemah
- Fajria Anindya Utami
- August 20, 2025
- Crypto
- etf, ethereum
- 0 Comments
Produk investasi berbasis mata uang kripto kembali mencatat tekanan berat pada Selasa lalu. Arus keluar dana dari reksa dana yang diperdagangkan di bursa (exchange-traded fund/ETF) untuk Bitcoin maupun Ether meningkat tajam, memicu kekhawatiran baru tentang kondisi pasar dan sentimen investor yang kian memburuk.
Data terbaru menunjukkan bahwa aliran dana keluar dari ETF Bitcoin spot mencapai US$523 juta hanya dalam satu hari. Angka ini meningkat lebih dari empat kali lipat dibandingkan dengan arus keluar pada hari Senin. Sementara itu, ETF Ether juga mengalami nasib serupa, dengan penarikan dana berlipat ganda dari US$200 juta pada Senin menjadi US$422 juta pada Selasa. Kedua aset kripto terbesar itu kini mencatatkan arus keluar terbesar kedua pada bulan ini.
Tren Arus Keluar Selama Tiga Hari

Menurut catatan Farside Investors, baik Bitcoin maupun Ether mengalami arus keluar dana secara beruntun selama tiga hari terakhir. Total dana yang keluar dari kedua jenis ETF tersebut telah mencapai sekitar US$1,3 miliar. Fenomena ini terjadi bersamaan dengan penurunan harga signifikan, di mana Bitcoin terkoreksi 8,3% dan Ether turun lebih dalam sebesar 10,8% sejak pekan lalu.
Koreksi harga tersebut turut memperkuat sinyal bahwa investor institusional maupun ritel tengah menahan diri untuk menambah eksposur pada aset kripto. Penurunan beruntun ini juga menandai kontras dengan beberapa bulan sebelumnya, ketika arus masuk besar-besaran ke ETF Bitcoin dan Ether sempat mencatat rekor baru di tahun 2025.
Fidelity dan Grayscale Memimpin Arus Keluar
Dalam rincian distribusi, Fidelity Investments menjadi pihak yang paling banyak mencatat penarikan dana. Fidelity Wise Origin Bitcoin Fund (FBTC) mengalami arus keluar US$247 juta, sementara Fidelity Ethereum Fund (FETH) kehilangan US$156 juta. Jika digabungkan, total arus keluar Fidelity pada Selasa mencapai US$403 juta.
Sementara itu, Grayscale Investments juga melaporkan tekanan besar. Grayscale Bitcoin Trust ETF (GBTC) mencatat penarikan sebesar US$116 juta, sedangkan Grayscale Ethereum Trust (ETHE) kehilangan US$122 juta.
Menariknya, BlackRock tampak lebih stabil. Produk iShares Bitcoin Trust ETF (IBIT) tidak mencatatkan arus keluar sama sekali, sementara iShares Ethereum Trust ETF (ETHA) hanya mengalami penarikan moderat sekitar US$6 juta. Fakta ini menunjukkan adanya perbedaan strategi investor terhadap masing-masing manajer aset dan tingkat kepercayaan terhadap produk ETF tertentu.
Indeks Fear & Greed Berubah ke “Fear”
Selain data arus keluar, indikator sentimen pasar juga ikut bergeser. Indeks Fear & Greed Kripto, salah satu alat populer untuk mengukur psikologi investor di pasar aset digital, turun ke level “Fear” dengan skor 44 pada Rabu.
Perubahan ini menandai akhir dari periode optimisme panjang yang sebelumnya mendominasi pasar. Turunnya indeks ke zona “takut” memberi sinyal bahwa banyak investor kini lebih berhati-hati, bahkan cenderung menunda masuk ke pasar di tengah volatilitas yang meningkat.
Apakah Arus Keluar Ini Alarm Besar?
Sejumlah pengamat menilai bahwa arus keluar besar-besaran ini belum tentu menjadi tanda awal kejatuhan tren jangka panjang. Ryan Park, penasihat di 21Rates, berpendapat bahwa fenomena ini bisa jadi hanya bagian dari pola perdagangan jangka pendek.
“Beberapa arus keluar ETF harian tidak berarti keuangan tradisional meninggalkan kripto. Ini lebih mencerminkan investor yang memanfaatkan ETF sebagai cara mudah untuk keluar-masuk posisi di Bitcoin. Pasar masih ramai, hanya saja pemula masih sering membuat kesalahan dalam momentum,” tulis Park di platform X.
Ether Mulai Geser Bitcoin?

Analisis menarik juga datang dari Eric Balchunas, analis senior ETF di Bloomberg. Ia menyoroti bagaimana ETF Ether mulai mendapatkan momentum lebih besar dibanding Bitcoin pada Juli lalu. “Ether kini menjadi aset kripto terbaik kedua, menggeser dominasi Bitcoin di ranah ETF,” tulisnya.
Balchunas menilai keberhasilan Ether ini tidak terlepas dari faktor eksternal, termasuk dukungan dari tokoh berpengaruh seperti Thomas Lee dari Fundstrat, serta perkembangan regulasi terkait stablecoin yang memberi ruang lebih luas bagi Ethereum untuk menjadi tulang punggung aplikasi desentralisasi.
Ia secara khusus menyinggung kehadiran BitMine, yang dijuluki sebagai “MicroStrategy of Ether”. Perusahaan ini baru saja menunjuk Thomas Lee untuk memimpin strategi perbendaharaan berbasis ETH, langkah yang diyakini bisa memperkuat citra Ether sebagai aset dengan prospek jangka panjang.
Implikasi Bagi Investor
Meski pergerakan dana dalam ETF tidak selalu mencerminkan seluruh sentimen pasar kripto, tren arus keluar dalam jumlah besar tentu tidak bisa diabaikan. Dalam jangka pendek, fenomena ini berpotensi menekan harga Bitcoin dan Ether lebih jauh jika arus keluar berlanjut.
Namun, di sisi lain, investor yang optimis melihat kondisi ini sebagai peluang membeli di harga diskon. Mengingat volatilitas adalah karakteristik utama pasar kripto, koreksi tajam seringkali mendahului fase akumulasi baru yang bisa memicu kenaikan berikutnya.
Arus keluar lebih dari US$1,3 miliar dari ETF Bitcoin dan Ether dalam tiga hari terakhir menandai fase koreksi signifikan di pasar kripto. Fidelity dan Grayscale tercatat sebagai pihak dengan penarikan terbesar, sementara BlackRock relatif stabil.
Dengan Indeks Fear & Greed turun ke zona “Fear” dan harga kripto utama terkoreksi lebih dari 8%, pasar jelas berada dalam fase waspada. Meski demikian, para analis menekankan bahwa fenomena ini tidak serta-merta menandai berakhirnya tren positif jangka panjang.
Seperti biasa dalam dunia kripto, volatilitas tetap menjadi bagian dari perjalanan, dan keputusan investor akan banyak dipengaruhi oleh keyakinan mereka terhadap fundamental masing-masing aset.


Leave A Comment