
Lonjakan Nilai Aset Kripto Indonesia di Tahun 2021
Cryptoo.id – Perdagangan aset kripto di Indonesia melonjak dahsyat pada tahun 2021. Tercatat oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), pada 2021, nilai transaksi aset kripto di Indonesia mencapai Rp859,4 triliun.
Pada 2020, total transaksi kripto di Indonesia sebanyak Rp64,9 triliun dan meningkat tajam hingga menyentuh angka Rp859,4 triliun pada 2021. Nilai transaksi tersebut meroket hingga 1.222%.

Sampai pada bulan Mei 2022, transaksi kripto di Indonesia sudah menyentuh angka Rp192 triliun. Menurut Bappebti, rata-rata pertumbuhan nilai transaksi kripto mencapai 16,2% per bulannya sepanjang 2021. Sedangkan, rata-rata nilai transaksi kripto mencapai Rp 2,35 triliun per hari tahun lalu.
Lima jenis aset kripto tertinggi dipegang oleh Tether (Rp42,3 triliun), Bitcoin (Rp18,5 triliun), Ethereum (Rp14,2 triliun), Dogecoin (Rp6,8 triliun), dan Terra (Rp 6 triliun).
Penyebab Lonjakan Nilai Aset Kripto di Indonesia 2021
Lonjakan angka tersebut tak lepas dari kenaikan jumlah investor aset kripto di Indonesia yang tercatat telah mencapai 14,1 juta pada Mei 2022 dengan rata-rata penambahan jumlah investor pada 2022 mencapai 394.168 per bulan.
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia atau Aspakrindo, Teguh Kurniawan Harmanda, mengatakan, jenis investasi kripto tetap tumbuh walau saat ini pasar secara keseluruhan sedang mengalami kelesuan karena menurutnya, kripto semakin terintegrasi dengan perekonomian global.

Kripto dan uang digital bank sentral atau Central Bank Digital Currency (CDBC) bahkan akan jadi topik utama dalam rangkaian agenda 3rd Finance Ministers and Central Bank Governors (FMCBG) dan Finance and Central Bank Deputies Meetings (FCBD) G20 yang akan berlangsung di Bali pada 11-17 Juli 2022 mendatang.


Leave A Comment