
Rusia Temukan Tambang Kripto Ilegal di Dalam Truk
- Fajria Anindya Utami
- June 15, 2025
- Crypto
- ilegal, rusia, tambang kripto
- 0 Comments
Pemerintah Republik Buryatia, Rusia, baru-baru ini mengungkap praktik penambangan mata uang kripto ilegal yang begitu cerdik dan terselubung: operasi ini berlokasi di dalam sebuah truk KamAZ, kendaraan berat yang biasanya digunakan untuk angkutan barang berat, yang ternyata disulap menjadi fasilitas penambangan bergerak.
Tambang Kripto di Dalam Truk
Kegiatan ini terbongkar ketika pihak berwenang melakukan pemeriksaan rutin terhadap jaringan listrik di Distrik Pribaikalsky, Buryatia. Dalam inspeksi tersebut, mereka menemukan bahwa truk tersebut diam-diam mencuri listrik dari jaringan 10 kilovolt, tegangan yang cukup untuk memasok kebutuhan listrik satu desa kecil.
Saat aparat membuka bagian belakang truk, mereka terkejut menemukan 95 rig penambangan dan sebuah stasiun transformator bergerak. Seluruh sistem dirancang untuk beroperasi tanpa izin dan terhubung secara ilegal ke jaringan listrik setempat.
Namun, sebelum polisi tiba, dua orang yang diduga terkait dengan operasi ini melarikan diri menggunakan SUV, sehingga identitas dan rincian lebih lanjut soal dalang di balik operasi ini masih dalam penyelidikan.

Dampak terhadap Jaringan Listrik
Menurut laporan dari Rosseti Siberia, melalui unit lokalnya Buryatenergo, ini adalah kasus pencurian listrik keenam yang terkait dengan aktivitas penambangan kripto sejak awal tahun 2025. Otoritas energi setempat menegaskan bahwa pencurian listrik seperti ini bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga sangat merugikan masyarakat.
Koneksi ilegal seperti itu menyebabkan gangguan signifikan pada jaringan listrik, mulai dari penurunan tegangan, kelebihan beban pada sistem distribusi, hingga berisiko menimbulkan pemadaman listrik yang luas di daerah pedesaan yang bergantung pada pasokan stabil.
Aturan Penambangan Kripto di Rusia
Sebagai respons terhadap meningkatnya konsumsi energi dari operasi penambangan kripto, Rusia telah memberlakukan berbagai pembatasan. Di Buryatia, penambangan mata uang digital dilarang total selama musim dingin, dari 15 November hingga 15 Maret, untuk mengatasi kekurangan energi.
Di luar periode tersebut, hanya perusahaan yang terdaftar dan berlokasi di wilayah tertentu seperti Severo-Baikalsky dan Muisky yang diperbolehkan melakukan penambangan secara legal.
Larangan ini merupakan bagian dari kebijakan energi nasional yang lebih luas. Sejak Desember 2024, Rusia melarang penambangan kripto selama bulan-bulan puncak konsumsi energi di beberapa wilayah rawan, termasuk Dagestan, Chechnya, dan sebagian wilayah Ukraina timur yang kini berada di bawah kendali Rusia.
Khusus untuk Irkutsk selatan, larangan penuh terhadap aktivitas penambangan telah berlaku sejak April 2025. Ini menjadi pukulan besar bagi industri pertambangan kripto Rusia, mengingat Irkutsk adalah lokasi utama bagi perusahaan raksasa seperti BitRiver, salah satu penyedia layanan penambangan kripto terbesar di negara itu, yang sejak 2019 telah mengoperasikan pusat data masif di kota Bratsk.

Ancaman Siber: Penambangan Tanpa Izin Lewat Malware
Selain ancaman dari pelaku ilegal yang mencuri listrik, Rusia juga menghadapi serangan dari dunia maya. Perusahaan keamanan siber Kaspersky mengungkapkan keberadaan kelompok peretas yang dijuluki “Librarian Ghouls” atau “Rare Werewolf.” Kelompok ini menjalankan kampanye penambangan kripto dengan memanfaatkan perangkat warga Rusia tanpa izin.
Modus mereka cukup canggih. Mereka menyebarkan malware melalui email phishing yang menyamar sebagai dokumen resmi. Begitu korban mengklik lampiran, sistem mereka terinfeksi, dan fitur keamanan seperti Windows Defender langsung dinonaktifkan.
Lebih lanjut, malware tersebut menjadwalkan komputer korban untuk bekerja diam-diam antara pukul 1 pagi hingga 5 pagi—waktu yang sengaja dipilih agar aktivitas tidak terdeteksi oleh pengguna. Selama periode ini, peretas akan melakukan akses jarak jauh, mencuri informasi login, serta menyesuaikan perangkat lunak penambangan dengan spesifikasi mesin yang telah mereka kuasai.
Penegakan Hukum dan Tantangan ke Depan
Dengan terus berkembangnya industri kripto, Rusia menghadapi tantangan besar: bagaimana menyeimbangkan inovasi digital dengan stabilitas infrastruktur energi dan keamanan nasional. Di satu sisi, ada potensi ekonomi dari penambangan mata uang digital. Di sisi lain, muncul risiko sosial dan teknis, seperti pencurian daya, penyalahgunaan perangkat pribadi, serta ketidakstabilan jaringan listrik.
Upaya penegakan hukum kini tidak hanya dilakukan terhadap pelaku di lapangan, tetapi juga melalui pendekatan siber yang semakin kompleks. Pemerintah dan penyedia layanan keamanan terus meningkatkan sistem deteksi, namun perkembangan modus operandi penambang ilegal menunjukkan bahwa perang terhadap penambangan kripto liar masih jauh dari kata usai.
Dari truk KamAZ yang menjelma jadi tambang berjalan hingga hacker yang memanfaatkan komputer orang lain untuk menambang kripto, Rusia tengah menghadapi gelombang ancaman baru di era digital. Penambangan kripto ilegal bukan sekadar soal uang atau energi, ini tentang keamanan publik, kedaulatan digital, dan tanggung jawab dalam menghadapi teknologi yang bergerak lebih cepat dari regulasi.


Leave A Comment