
SEC Makin Ramah Kripto? ETF Altcoin Kian Dekat Disetujui Regulator AS
- Fajria Anindya Utami
- June 22, 2025
- Crypto
- etf, sec
- 0 Comments
Regulator pasar modal Amerika Serikat tampaknya semakin melunak terhadap industri kripto. Menurut analis Bloomberg, Erich Balchunas dan James Seyffart, peluang persetujuan untuk serangkaian Exchange-Traded Fund (ETF) kripto berbasis altcoin kini mencapai 90% atau bahkan lebih tinggi. Jika prediksi ini terbukti benar, maka hal ini akan menandai babak baru dalam hubungan antara Securities and Exchange Commission (SEC) dan industri aset digital.
Dalam unggahan media sosial pada Jumat lalu, Seyffart mengungkapkan bahwa peningkatan proyeksi persetujuan ini dilandasi oleh sinyal yang sangat positif dari pihak SEC. Mereka menilai bahwa sikap otoritas keuangan tersebut kini lebih kooperatif dan terbuka dalam menangani proposal ETF yang terkait altcoin seperti Solana (SOL), XRP, Litecoin (LTC), hingga Dogecoin (DOGE).
ETF Kripto: Menuju Arus Utama

ETF adalah instrumen keuangan yang memungkinkan investor untuk membeli portofolio aset tanpa harus langsung memilikinya. Dalam konteks kripto, ETF spot memungkinkan investor untuk memperoleh eksposur terhadap harga aset digital seperti Bitcoin dan Ethereum tanpa harus menyimpannya secara langsung.
Persetujuan ETF spot Bitcoin awal tahun ini menjadi momen penting yang mengukuhkan legitimasi kripto di mata pasar keuangan tradisional. Produk-produk seperti iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock mencatatkan kesuksesan luar biasa. Sejak diluncurkan, IBIT telah menarik aliran dana masuk selama 31 hari berturut-turut, dengan total aset yang dikelola (AUM) mencapai lebih dari $70 miliar hanya dalam 341 hari. Hal ini menjadikannya salah satu ETF paling sukses dalam sejarah peluncuran pasar modal AS.
Tak heran, keberhasilan ini memicu gelombang permintaan dari manajer aset lainnya yang ingin meluncurkan ETF berbasis altcoin. Namun, seperti dicatat oleh Seyffart, waktu pasti persetujuan dan peluncurannya masih belum dapat dipastikan. Proses administratif SEC bisa memakan waktu beberapa bulan dan kemungkinan berlanjut hingga melewati Oktober 2025.
Solana, XRP, dan Dogecoin Dianggap Komoditas?

Salah satu perkembangan penting yang disoroti para analis adalah kemungkinan SEC mengklasifikasikan beberapa altcoin sebagai komoditas, bukan sebagai sekuritas. Jika ini benar, maka aset seperti Solana, XRP, Litecoin, dan Dogecoin akan keluar dari yurisdiksi langsung SEC dan lebih berada di bawah pengawasan Commodity Futures Trading Commission (CFTC).
Klasifikasi ini penting, karena perdebatan mengenai apakah aset kripto termasuk sekuritas atau bukan telah menjadi batu sandungan utama bagi regulasi industri ini selama bertahun-tahun. Dengan adanya pengakuan sebagai komoditas, jalan menuju peluncuran ETF untuk altcoin menjadi lebih terbuka dan lebih mudah secara hukum.
Ether Masih Tertinggal, Tapi Altcoin Lain Bisa Bersinar

Meski Bitcoin mencetak rekor demi rekor dalam ETF spot, hal yang sama belum terlihat dari Ether (ETH). ETF Ether yang diluncurkan pada Juli 2024 menunjukkan performa yang relatif mengecewakan. Menurut laporan dari platform analitik Glassnode, rata-rata investor ETH ETF masih berada dalam posisi rugi pada Mei 2025, meski arus masuk sempat meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
Ini menjadi catatan penting bagi peluncuran ETF altcoin lainnya. Meski potensi ada, tidak semua aset digital memiliki daya tarik yang sama seperti Bitcoin. Dominasi Bitcoin dalam lanskap kripto—baik dari segi kapitalisasi pasar maupun kepercayaan institusi—masih sangat kuat dan sulit digoyahkan dalam waktu dekat.
Namun demikian, para investor tetap menaruh harapan pada beberapa proposal ETF altcoin yang saat ini sedang ditinjau oleh SEC. Misalnya, proposal ETF XRP dan Solana dari Franklin Templeton kini telah memasuki fase komentar publik, yang menjadi langkah awal menuju persetujuan resmi.
Apa Artinya untuk Investor dan Pasar?

Jika ETF altcoin disetujui, dampaknya bisa sangat besar, terutama dalam membuka pintu bagi arus modal institusional ke pasar kripto yang lebih luas. Produk ETF lebih mudah diakses, lebih transparan, dan berada dalam pengawasan ketat, yang memberikan rasa aman bagi investor tradisional.
Bagi investor ritel, persetujuan ETF ini bisa menjadi sinyal bahwa industri kripto makin matang dan diterima dalam sistem keuangan arus utama. Namun, perlu diingat bahwa volatilitas harga masih tinggi dan risiko tetap ada, terutama untuk altcoin yang tidak sepopuler Bitcoin atau Ether.
Gelombang ETF altcoin tampaknya tinggal menunggu waktu untuk diresmikan. Dengan sinyal positif dari SEC dan meningkatnya minat institusi terhadap aset digital, pasar kripto bisa memasuki fase baru yang lebih inklusif dan stabil. Meskipun Bitcoin tetap menjadi bintang utama, altcoin seperti SOL, XRP, dan DOGE bisa saja menjadi sorotan berikutnya di lantai bursa Wall Street.


Leave A Comment