
Solana (SOL) Kesulitan Tembus $200: Sentimen Bullish Melemah
- Fajria Anindya Utami
- June 12, 2025
- Crypto
- bullish, SOL, solana
- 0 Comments
Solana (SOL) sempat mencuri perhatian para investor kripto setelah mengalami kenaikan sebesar 10% antara Senin dan Kamis pekan lalu. Namun, momentum bullish ini ternyata tidak bertahan lama. Setelah beberapa kali menguji level $180 sepanjang Mei, SOL mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan, dan kini kembali diperdagangkan di bawah $160.
Pada hari Rabu, total open interest (jumlah kontrak derivatif berjangka yang masih terbuka) pada pasar futures Solana mencapai 46,2 juta SOL, level tertinggi dalam lebih dari dua tahun. Ini merupakan kenaikan sebesar 22% dibanding bulan sebelumnya, menunjukkan adanya peningkatan partisipasi dari investor besar dan institusional.
Meski meningkatnya open interest biasanya dianggap sinyal bullish, dalam kasus ini belum berdampak signifikan pada harga. Nilai total kontrak berjangka mencapai sekitar $7,4 miliar, yang mencerminkan minat besar terhadap SOL dari para trader profesional. Strategi seperti carry trade, yakni membeli SOL di pasar spot dan menjual kontrak futures, menjadi semakin populer karena tingginya likuiditas pasar derivatif Solana.
Namun sayangnya, lonjakan minat ini belum mampu membawa harga SOL kembali ke level psikologis penting seperti $200. Bahkan, banyak investor mulai kecewa karena saat ini harga masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa sebesar $294 yang dicapai pada tahun 2021.
Aktivitas Jaringan Menurun, DEX Solana Kehilangan Momentum

Salah satu penyebab utama melemahnya harga SOL adalah penurunan drastis dalam aktivitas jaringan. Volume perdagangan mingguan di bursa terdesentralisasi (DEX) Solana telah turun menjadi $10,5 miliar, jauh menurun dari $29,2 miliar hanya sebulan sebelumnya.
Solana sebelumnya sempat merajai pasar DEX dengan menguasai hampir 50% pangsa pasar pada Januari. Namun dominasi ini tidak bertahan lama. Peningkatan volume di jaringan lain seperti BNB Chain dan Hyperliquid, yang kini menjadi pemimpin dalam produk perpetual futures, membuat posisi Solana tergerus.
BNB Chain, misalnya, menawarkan pengalaman pengguna yang mulus berkat biaya transaksi rendah dan integrasi langsung dengan platform Binance. Sementara itu, Solana masih menghadapi tantangan teknis dan penurunan aktivitas yang membuat pengembang dan pengguna mulai mencari alternatif.
Ketika sentimen pasar sedang tidak menentu, salah satu indikator penting yang digunakan untuk menilai posisi trader adalah funding rate pada kontrak berjangka abadi. Funding rate yang sehat di pasar netral biasanya berada pada kisaran 5–15% per tahun, menandakan bahwa posisi long membayar biaya untuk mempertahankan posisinya.
Dalam kasus Solana, funding rate dalam 30 hari terakhir masih berada pada level netral, bahkan sempat menyentuh level negatif -7% pada hari Sabtu. Ini mengindikasikan bahwa sentimen bullish masih belum kuat. Pasalnya, para trader tidak bersedia membayar premi lebih tinggi untuk memegang posisi long.
Di sisi lain, beberapa analis masih berharap pada potensi katalis jangka pendek: yaitu kemungkinan disetujuinya exchange-traded fund (ETF) berbasis SOL di Amerika Serikat. Menurut analis dari Bloomberg, Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) berpeluang menyetujui ETF berbasis Litecoin (LTC), XRP, dan SOL sebelum akhir tahun. Jika hal ini terjadi, tentu bisa menjadi pemicu lonjakan harga berikutnya.
Jalan Solana (SOL) Menuju $200 Masih Panjang

Saat ini, belum ada sinyal yang cukup kuat bahwa SOL akan segera mencapai kembali level $200. Persaingan ketat dari blockchain lain, terutama yang menawarkan pengalaman pengguna lebih sederhana dan efisien, membuat posisi Solana makin tertekan.
Turunnya volume transaksi DEX, funding rate yang lemah, dan kinerja jaringan yang tak sekuat tahun lalu telah membuat banyak investor mengurangi ekspektasi mereka. Bahkan dengan potensi ETF, investor masih bersikap hati-hati, mengingat tantangan teknis dan fundamental yang masih harus dihadapi SOL.
Solana masih menjadi salah satu aset kripto yang diperhatikan oleh investor institusional, tetapi realitas pasar menunjukkan bahwa jalan menuju pemulihan harga jangka panjang akan penuh tantangan. Tekanan dari jaringan kompetitor seperti BNB Chain dan menurunnya aktivitas di DEX Solana menjadi peringatan serius bagi para pemegang SOL. Bagi investor ritel, kehati-hatian tetap menjadi kunci, sambil terus memantau perkembangan regulasi seperti ETF yang bisa menjadi game changer untuk Solana dalam beberapa bulan ke depan.


Leave A Comment