whale bitcoin

Whale Bitcoin Jual Aset untuk Long di Ether: Pergerakan Besar di Pasar Kripto

Dunia kripto kembali digemparkan dengan langkah berani salah satu whale Bitcoin tertua atau sering disebut OG whale. Investor besar ini, yang selama tujuh tahun terakhir menyimpan Bitcoin tanpa banyak pergerakan, akhirnya melepas sebagian asetnya. Keputusan tersebut diambil untuk membuka posisi long di Ethereum (ETH), mengikuti tren baru di mana sejumlah whale mulai melirik Ether sebagai aset potensial selanjutnya.

Menurut data dari Lookonchain, whale tersebut menjual 670 BTC dengan nilai sekitar 76 juta dolar AS pada hari Rabu. Dana hasil penjualan ini kemudian digunakan untuk membuka empat posisi long di Ether dengan total 68.130 ETH. Pergerakan ini sontak menjadi sorotan karena menunjukkan adanya perubahan strategi investasi dari pemain lama Bitcoin.

Latar Belakang Whale OG

whale

Sebelum menjual sebagian asetnya, whale ini diketahui memiliki sekitar 14.837 BTC yang dibeli lebih dari tujuh tahun lalu dari bursa kripto besar seperti Binance dan HTX. Dengan harga Bitcoin yang terus naik selama periode tersebut, nilai kepemilikannya saat ini mencapai lebih dari 1,6 miliar dolar AS.

Menariknya, langkah penjualan ini dilakukan hanya seminggu setelah Bitcoin mencetak rekor harga tertinggi baru di level 124.128 dolar AS pada 14 Agustus. Pada saat yang sama, Ether juga mendekati puncak harga yang pernah dicapai pada tahun 2021 sebesar 4.878 dolar AS. Hal ini membuat keputusan tersebut terlihat sebagai upaya diversifikasi sekaligus spekulasi terhadap potensi kenaikan ETH.

Detail Posisi di Ethereum

spot ethereum
Ethereum

Data Lookonchain menunjukkan bahwa keempat posisi long Ether dibuka di kisaran harga 4.300 dolar AS. Mayoritas posisi tersebut menggunakan leverage 10x, sementara posisi lebih kecil, yakni 2.449 ETH, memakai leverage 3x.

Namun, keputusan tersebut sempat diuji oleh kondisi pasar. Setelah posisi dibuka, harga Ether justru terkoreksi hingga menyentuh 4.080 dolar AS. Akibatnya, tiga dari empat posisi whale mendekati titik merugi, bahkan hanya berjarak sekitar 300 dolar dari harga likuidasi di level 3.699, 3.700, dan 3.732 dolar AS.

Meski begitu, Ether kemudian pulih dengan kenaikan 2,9% dalam 24 jam terakhir menurut CoinGecko. Saat artikel ini ditulis, harga ETH kembali berada di kisaran 4.287 dolar AS, sedikit lebih tinggi dari harga masuk sang whale.

Pergerakan ini bukan satu-satunya cerita besar di pasar Ether minggu ini. Data Lookonchain juga mengungkap bahwa beberapa institusi besar justru mulai mengakumulasi ETH di tengah volatilitas. Dua dompet yang terhubung dengan institusi tercatat membeli masing-masing 9.044 ETH dengan nilai sekitar 38 juta dolar AS.

Selain itu, perusahaan publik BitMine Immersion Technologies menambahkan 52.475 ETH lagi ke dalam cadangan mereka. Dengan tambahan ini, total kepemilikan BitMine di Ether kini mencapai 1,52 juta token dengan nilai sekitar 6,6 miliar dolar AS. Hal ini menunjukkan adanya minat jangka panjang dari institusi terhadap Ethereum, meskipun harga masih berfluktuasi.

Aktivitas Whale Bitcoin Lainnya

Selain whale OG ini, beberapa paus besar lain juga tercatat melakukan pergerakan signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Pada Juli lalu, seorang whale Bitcoin era Satoshi yang menyimpan 80.201 BTC akhirnya memindahkan sebagian asetnya setelah 14 tahun tidak aktif. Token tersebut kemudian dialihkan ke Galaxy Digital, menandai salah satu pergerakan whale paling bersejarah.

Di hari yang sama, whale lain yang lebih kecil juga bangun dari masa hibernasi enam tahun. Ia memindahkan 1.042 BTC dengan nilai sekitar 123 juta dolar AS ke dompet baru, memicu spekulasi di kalangan investor terkait niat di balik pergerakan tersebut.

Analisis Pasar dan Pandangan Analis

Pergerakan whale besar ini memunculkan banyak spekulasi. Sebagian pihak menilai langkah mereka sebagai sinyal pengambilan keuntungan setelah harga Bitcoin mencapai rekor baru. Di sisi lain, masuknya dana ke Ether dianggap sebagai tanda kepercayaan terhadap prospek jangka panjang Ethereum, terutama dengan perkembangan teknologi seperti Ethereum 2.0 dan potensi besar di sektor DeFi maupun NFT.

Analis kripto Willy Woo bahkan sempat menegaskan bahwa whale dengan kepemilikan lebih dari 10.000 BTC sudah aktif menjual sejak 2017. Artinya, aksi jual dari para OG whale bukanlah hal baru. Namun, ia menekankan bahwa kondisi saat ini berbeda karena pasar sudah lebih matang dengan masuknya investor institusional yang siap menyerap tekanan jual.

Para analis lain yang dikutip oleh Cointelegraph menyatakan bahwa aksi jual dari whale OG tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Sebab, justru muncul pembeli baru dengan daya serap besar. Fenomena ini menandakan bahwa pasar kripto semakin berkembang dan tidak lagi terlalu bergantung pada pergerakan investor lama.

Langkah salah satu whale OG Bitcoin menjual sebagian aset untuk membuka posisi long di Ether menjadi peristiwa penting di dunia kripto. Pergerakan ini menunjukkan adanya pergeseran fokus dari sekadar Bitcoin ke Ethereum sebagai aset dengan prospek jangka panjang.

Meskipun posisinya sempat tertekan akibat penurunan harga ETH, dukungan dari institusi dan tren akumulasi Ether memberikan sinyal positif. Di sisi lain, aktivitas whale Bitcoin yang kembali aktif setelah bertahun-tahun tidak bergerak menambah dinamika pasar yang semakin kompleks.

Secara keseluruhan, fenomena ini memperlihatkan bahwa pasar kripto sedang berada dalam fase transisi menuju ekosistem yang lebih matang, dengan keterlibatan pemain lama, investor baru, dan institusi besar yang semuanya berperan dalam membentuk arah harga di masa depan.

Leave A Comment