Donald Trump

Donald Trump Diprediksi Akan Sukses Bawa Bitcoin Sentuh Rp1,6 M

Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump diprediksi akan membawa Bitcoin ke angka yang luar biasa. Menurut Standard Chartered, mereka memperkirakan bitcoin akan naik menjadi USD100,000 (Rp1,6 miliar) menjelang pemilihan presiden AS dan berpotensi mencapai USD150,000 (Rp2,4 miliar) jika Donald Trump menang pada Pilpres AS 2024.

Kepala penelitian aset digital bank tersebut mengutip sikap Trump yang dianggap ramah terhadap kripto sebagai kunci dari prospek bullish untuk bitcoin ini. Pemerintahan Trump dipandang mampu mengembangkan lingkungan peraturan yang mendukung, yang selanjutnya dapat meningkatkan pasar mata uang kripto.

Mengutip Bitcoin News di Jakarta, Senin (10/6/24) Geoff Kendrick, kepala penelitian aset digital di Standard Chartered, memperkirakan bitcoin bisa naik hingga USD100,000 menjelang pemilihan presiden November, berpotensi mencapai USD150,000 pada akhir tahun jika mantan Presiden AS Donald Trump memenangkan pemilu.

donald trump

Standard Chartered juga mengatakan pada bulan Mei bahwa masa jabatan Trump yang kedua akan berdampak positif bagi dunia kripto karena lingkungan peraturan yang lebih mendukung.

Selain itu, Standard Chartered juga percaya bahwa SEC akan menyetujui dana yang diperdagangkan di bursa spot ethereum (ETF).

“Untuk koin lain (misalnya SOL, XRP), pasar juga akan menantikan status ETF mereka, meskipun ini kemungkinan akan terjadi pada tahun 2025, bukan pada tahun 2024,” kata Kendrick pada bulan Mei lalu.

Trump dahulu merupakan seorang kritikus kripto. Namun belakangan, ia mengakui popularitas bitcoin yang semakin meningkat dan berjanji untuk menentang agenda anti-kripto Presiden Joe Biden, dan menganjurkan peraturan yang menguntungkan untuk aset digital. Ia pun berjanji akan membebaskan Ross Ulbricht. Sejak meninggalkan jabatannya, Trump telah meluncurkan tiga koleksi non-fungible token (NFT).

Mantan Ketua Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi (CFTC) Christopher Giancarlo menganggap Trump sebagai presiden kripto pertama Amerika, ia menyoroti bahwa bitcoin berjangka disetujui pada masa pemerintahannya.

Presiden El Salvador Mendukung Donald Trump

presiden el salvador nayib bukele

Nayib Bukele, Presiden El Salvador yang pro-Bitcoin juga menyatakan keyakinannya pada kemampuan Donald Trump untuk memenangkan pemilihan Presiden AS tahun 2024. Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, Bukele berbagi pendapatnya dengan menarik persamaan antara situasi Trump dan pengalaman politiknya sendiri.

Bukele telah dikenal karena langkah terobosannya dalam menjadikan Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah di El Salvador, ia juga menghadapi tentangan sistemik selama ia naik ke tampuk kekuasaan dan menceritakan tantangan yang dihadapinya, termasuk pembatalan pendaftaran partainya dan berbagai kendala legislatif dan yudikatif. Terlepas dari rintangan ini, Bukele berhasil mendapatkan mayoritas super di Kongres yang memungkinkan dia melakukan reformasi yang signifikan.

Selain itu, ketika merenungkan perjuangan hukum Trump, Bukele menyatakan bahwa kesulitan-kesulitan ini sebenarnya dapat meningkatkan kampanye calon presiden AS. Dia berpendapat bahwa serangan hukum yang terus menerus dapat meningkatkan popularitas Trump di kalangan pemilih, bukan malah menguranginya.

“Jika tidak ada cara untuk menghentikannya bersaing dalam pemilu, semua tindakan yang mereka lakukan terhadapnya hanya akan memberinya lebih banyak suara,” kata Bukele dalam wawancara dengan Tucker Carlson

Perjalanan politik Bukele sendiri diwarnai dengan banyak pertentangan, namun ia berhasil mengatasi tantangan ini dengan berpegang teguh pada peraturan, bahkan peraturan yang ditetapkan oleh lawan-lawannya.

Oleh karena itu, keberhasilan pemerintahannya, khususnya dalam reformasi keamanan dan perolehan dukungan rakyat, merupakan bukti strateginya. Oleh karena itu, Bukele yakin Trump juga bisa mengubah kesulitan menjadi kekuatan kampanye.

Masa jabatan Bukele di El Salvador bersifat transformatif, dengan peningkatan keamanan dan reformasi ekonomi yang signifikan. Ini termasuk adopsi Bitcoin yang kontroversial. Wawasannya dalam memanfaatkan kesulitan politik dapat memberikan cetak biru bagi strategi kampanye Trump.

Mantan Presiden AS Donald Trump Dihukum Atas Kejahatannya

donald trump

Donald Trump menjadi mantan presiden AS pertama yang dihukum karena kejahatan. Pada hari Kamis, 30 Mei, dia dinyatakan bersalah karena memalsukan catatan bisnis. Apalagi, hukuman tersebut terkait dengan upayanya menutupi pembayaran uang tutup mulut kepada bintang film dewasa Stormy Daniels.

Selain itu, Trump menghadapi total 34 dakwaan dan dinyatakan bersalah dalam semua tuduhan. Keputusan ini mempunyai konsekuensi hukum dan politik yang serius baginya. Masalah utamanya sekarang adalah apakah Trump akan menjalani hukuman penjara. Meskipun hukuman maksimum untuk pemalsuan catatan bisnis adalah empat tahun, jarang sekali pelaku kejahatan yang baru pertama kali melakukan kejahatan ini di New York menerima hukuman penjara. Oleh karena itu, para ahli berpendapat bahwa denda atau masa percobaan bisa jadi merupakan akibat yang mungkin terjadi.

Memenjarakan mantan presiden, terutama yang berhak mendapat perlindungan Dinas Rahasia seumur hidup, menghadirkan tantangan logistik. Oleh karena itu, alternatif seperti pengurungan di rumah atau jam malam mungkin bisa dipertimbangkan. Terlepas dari keyakinan ini, Trump tetap memenuhi syarat untuk mencalonkan diri sebagai presiden pada pemilu 2024.

Leave A Comment