
ETF Bitcoin Spot Sukses Bikin Harga Bitcoin Melambung ke Angka Rp820 Juta
- Fajria Anindya Utami
- February 16, 2024
- News, Crypto
- bitcoin, ETF Bitcoin
- 0 Comments
Posisi Bitcoin yang sempat melemah di angka USD48,400 (Rp757 juta) kini kembali menguat dengan mengejutkan. Data dari Cointelegraph Markets Pro dan TradingView melacak kembalinya harga BTC yang kuat. Selama sesi Asia, BTC tidak hanya menghapus kerugiannya sebesar 4% tetapi juga menambah level tertinggi jangka panjangnya dan berada di jalur lebih dari USD52,000 (Rp820 juta) pada saat penulisan.
Perilaku bullish yang khas membuat BTC/USD bertambah USD1.000 (Rp15,6 juta) dalam satu candle per jam, sementara kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan mendekati garis USD2 triliun dengan BTC melewati USD1 triliun atau naik lebih dari 130% dibandingkan Februari 2023 di angka USD415 Miliar.
Menurut analisa jangka waktu rendah dari trading populer Skew menunjukkan adanya pembalikan resistensi/dukungan yang sedang berlangsung pada grafik empat jam. Garis tren utama yang harus diperhatikan melibatkan skor rata-rata pergerakan eksponensial (EMA) dan indeks kekuatan relatif (RSI).
“Saya pikir sejauh ini tren ini cukup jelas selama pasar mempertahankan momentum bullish saat ini,” tulisnya di postingan terbarunya di X.
“EMA 4 Jam akan memberikan konfirmasi tren yang bagus dan ringkas bersama dengan RSI untuk momentum tren saat ini, serta ketika momentum jelas saat ini hilang. Penutupan kunci yang sering terjadi dengan tren ini adalah pembukaan harian & pembukaan mingguan.”
ETF Bitcoin Spot

Di Binance, Skew juga mencatat bahwa minat pembeli spot menjadi arus masuk institusional terdepan melalui dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) Bitcoin spot Amerika Serikat.
Melansir Cointelegraph di Jakarta, Jumat (16/2/24) seperti yang terus dilaporkan oleh Cointelegraph, hal ini mendapatkan daya tarik, di mana semakin banyak BTC yang dibeli oleh sembilan penyedia ETF setiap harinya.
Dalam long-term view, trading dan analis populer Rekt Capital menyatakan bahwa segala sesuatu yang terjadi sejalan dengan pasar bullish klasik untuk BTC. Sehingga, waktu pemulihan harga BTC menuju level tertinggi sepanjang masa tepat sesuai jadwal, ujarnya di X minggu ini.
Dibandingkan dengan tahun 2020, Rekt Capital mencatat efek katarsis dari pengurangan separuh subsidi blok (halving blok), di mana BTC/USD secara umum memulai reli pra-halving dua bulan sebelumnya.
Sebagaimana diketahui, halving berikutnya akan terjadi pada pertengahan bulan April.

Terlebih, ETF Bitcoin spot telah menarik lebih banyak arus masuk bersih dalam empat hari terakhir perdagangan dibandingkan empat minggu pertamanya.
Menurut data dari platform pelacakan BTC Apollo, sepuluh ETF Bitcoin spot telah menghasilkan 43,300 Bitcoin atau senilai USD2.3 miliar (Rp35,9 triliun) dengan harga saat ini, hanya dalam arus masuk empat hari terakhir saja. Sebagai perbandingan, dibutuhkan waktu 20 hari agar dana dapat mengumpulkan hanya 42,000 arus masuk Bitcoin.
Ini terjadi karena empat ETF Bitcoin (tidak termasuk Grasyscale) telah mengambil tempat di “klub miliarder”. Seperti perusahaan investasi asli kripto, Bitcoin ETF BITB dan Bitwise, menjadi yang terbaru yang mencapai pencapaian tersebut pada 14 Februari kemarin.

Nate Geraci, presiden dari ETF Store, menggambarkan kinerja Bitwise paling mengesankan. Ia menambahkan bahwa Bitwise adalah satu-satunya dana investasi asli kripto di antara penyedia teratas.
Bitwise dikalahkan hingga mencapai status miliaran dolar oleh dana iShares Bitcoin milik BlackRock, Wise Origin milik Fidelity, dan dana Ark21 Shares milik Cathie Wood.

ETF yang tersisa, termasuk Invesco, VanEck, Valkyrie, dan Franklin Templeton, berada lebih jauh lagi, karena mereka bahkan belum menembus angka AUM USD500 juta (Rp7,8 triliun).
Bitcoin Trust dari WisdomTree telah berjuang untuk mendapatkan arus masuk yang berarti, di mana saat ini berada di posisi terakhir di antara ETF Bitcoin dengan AUM hanya USD23 juta (Rp359 miliar), menurut data Apollo.
Khususnya pada 13 Februari, dana iShares ETF (IBIT) BlackRock menjadi ETF Bitcoin pertama yang melampaui USD5 miliar (Rp78 triliun) dalam aset yang dikelola, sehingga saat ini memiliki total 105,280 BTC dalam pembukuannya.
Karena itulah, bullish di sekitar aliran spot Bitcoin ETF telah dilihat oleh banyak pelaku pasar sebagai kekuatan pendorong utama di balik reli BTC baru-baru ini hingga harganya melesat ke Rp820 juta. Meski demikian, data real-time saat ini menunjukkan terjadinya koreksi hingga ke Rp810 juta saat penulisan.


Leave A Comment