
Ether dan Solana Curi Perhatian, Mampukah Bitcoin Bertahan di Angka Rp669 Juta?
Ether dan Solana kini menjadi pesaing berat bagi Bitcoin yang merupakan koin kripto No. 1 di seluruh dunia dalam hal valuasi. Tetapi baru-baru ini, Bitcoin justru berjuang untuk bertahan di atas US$43,000 (Rp669 juta) hingga 8 Desember karena lonjakan altcoin membuat Ether menjadi sorotan dan semakin populer.
Data dari Cointelegraph Markets Pro dan TradingView menunjukkan konsolidasi harga BTC yang sedang berlangsung karena ETH/USD bertambah hingga 7.6% dalam waktu sekitar 24 jam. Padahal, Bitcoin telah mencapai level tertinggi baru dalam 19 bulan di US$44,490 (Rp692 juta) di awal minggu, kini menyusahkan para pelaku pasar karena ETH dan Solana mencuri perhatian.

Beberapa altcoin besar mengambil keuntungan dari situasi ini, dengan Ethereum mencapai US$2,392 (Rp37,2 juta) sebelum mengalami koreksi kecil pada hari itu. Solana mencapai US$72,88 (Rp1,1 juta) di Bitstamp yang merupakan tertinggi sejak Mei 2022, karena investor meningkatkan taruhan bullish pada tiga angka yang memasuki masa depan.
Mengomentari status quo saat ini, firma riset Santiment berpendapat bahwa ketakutan, ketidakpastian dan keraguan atau FUD seputar terobosan altcoin pada akhirnya dapat membantu Bitcoin.
“Trader takut ppasar kripto mungkin berada dalam perangkap bullish saat ini,” ujar analis Matthew Hyland pada 7 Desember di X platform. “Tetapi meskipun Bitcoin mungkin telah menghentikan momentumnya untuk saat ini, Ethereum dan altcoin kembali meledak. FUD dapat mendorong $BTC menjadi $50K jika meningkat.”
Di tempat lain, pelaku pasar Bitcoin melihat tanda-tanda menggembirakan dalam penurunan harga BTC saat ini. Trader populer Credible Crypto yang dikenal karena perspektif optimisnya terhadap Bitcoin di lingkungan saat ini berpendapat bahwa akumulasi sedang berlangsung sebelum langkah berikutnya untuk mata uang kripto terbesar ini.
Namun, seperti yang dilaporkan Cointelegraph di Jakarta, Sabtu (9/12/23) beberapa orang percaya bahwa koreksi yang jauh lebih besar akan terjadi, hal ini berpotensi mengembalikan pasar ke US$30,000 (Rp467 juta) atau bahkan mendekati US$20,000 (Rp311 juta) sebelum mencapai titik tertinggi baru sepanjang masa.
Solana Menarik Perhatian

Solana (SOL) sendiri telah menarik perhatian publik di pasar kripto sepanjang tahun ini. Aset digital ini mencatat kenaikan lebih dari 400% sejak Januari 2023. Bersamaan dengan itu ekosistem DeFi (descentrilized finance/keuangan terdesentralisasi) di Solana menarik banyak modal baru dalam sebulan terakhir.
CEO bursa kripto BitMEX, Arthur Hayes, bahkan berpendapat bahwa SOL akan menembus level US$100 (Rp1,5 juta) dalam waktu dekat.
Sejauh ini, Bitcoin masih mendominasi pasar kripto, dengan pangsa pasar dan dominasinya meningkat seiring kembalinya optimisme investor. Sejak akhir Desember 2022, pangsa Bitcoin di pasar kripto global telah naik dari 39,30% menjadi hampir 54%.
Meningkatnya nilai Bitcoin memicu pulihnya pasar kripto dan menunjukkan kepercayaan investor kembali membaik. Saat pasar bearish, investor cenderung memilih aset kripto utama, terutama BTC, sebagai penyimpan nilai atau store of value.
Dalam kondisi pasar bullish seperti ini, Arthur Hayes berpendapat bahwa Solana (SOL) akan mencatatkan kenaikan nilai lebih tinggi lagi. Terakhir kali SOL diperdagangkan di atas 100 dolar AS adalah pada April 2022, sebelum terjadi penurunan drastis yang disebabkan oleh anjloknya Terra (LUNA).


Leave A Comment