
Stablecoin Kembali Jadi Sorotan Dunia: Kontroversi Hingga Ketidakpastian Pasar
- Fajria Anindya Utami
- April 6, 2025
- News, Crypto
- bitcoin, coin, kripto, stablecoin
- 0 Comments
Stablecoin, atau mata uang kripto yang nilainya dipatok ke dolar AS, sedang jadi bahan perbincangan besar. Beberapa kejadian baru-baru ini, seperti undang-undang baru di Amerika Serikat, keraguan terhadap koin First Digital, hingga rencana Coinbase yang ditolak parlemen, membuat dunia kripto semakin menarik untuk diikuti.
Di Eropa, aturan soal stablecoin juga makin ketat. Sejak Uni Eropa meresmikan aturan baru bernama MiCA pada 2023, banyak coin yang dihapus dari bursa karena tidak memenuhi syarat. Binance, salah satu bursa kripto terbesar, bahkan menghentikan perdagangan USDT (Tether) di Eropa, meski masih bisa disimpan dan diperdagangkan di kontrak berjangka.
RUU Tentang Stablecoin

Sementara itu, di Amerika Serikat, sebuah RUU bernama UU STABLE (Stablecoin Transparency and Accountability for a Better Ledger Economy) sedang dibahas dan akan segera diputuskan oleh DPR. Undang-undang ini akan mengatur penggunaan coin tersebut untuk pembayaran, mengharuskan penerbit mengungkapkan cadangan mereka, dan memberi kejelasan hukum untuk stable coin yang dipatok ke dolar.
Namun, tidak semua anggota parlemen setuju. Maxine Waters, anggota DPR dari Partai Demokrat, menolak RUU ini saat pemungutan suara di komite.
“RUU ini menetapkan preseden yang tidak dapat diterima dan berbahaya,” ujar Waters khawatir undang-undang ini malah mendukung proyek stablecoin milik Donald Trump, yang menurutnya bisa memperkaya diri sendiri dan merugikan masyarakat.
Proyek stablecoin yang dimaksud adalah USD1, yang dibuat oleh World Liberty Financial—perusahaan keuangan yang dikaitkan dengan keluarga Trump. Token ini sudah diluncurkan di jaringan Ethereum dan BNB Chain sejak Maret, dengan pasokan lebih dari $3,5 juta. Beberapa politisi, termasuk Waters, menuduh Trump ingin mengganti dolar AS dengan coin miliknya demi keuntungan pribadi.
Kekhawatiran ini juga disuarakan oleh sekelompok senator yang mengeluarkan surat terbuka. Mereka takut Trump akan menggunakan kekuasaannya untuk mengatur hukum sesuai kepentingan sendiri, sehingga coin lainnya akan terpinggirkan dan bisa merusak ekonomi secara keseluruhan.
Polemik Stablecoin

Di saat yang sama, dunia kripto sempat digemparkan oleh kabar bahwa stablecoin First Digital USD (FDUSD) kehilangan patokan nilainya (disebut depegging) pada 2 April. Hal ini terjadi setelah Justin Sun, pendiri jaringan Tron, menyatakan bahwa perusahaan penerbit FDUSD, yaitu First Digital, telah bangkrut.
Namun, First Digital langsung membantah tuduhan itu. Mereka menjelaskan bahwa FDUSD masih bisa ditukar dengan dolar AS 1:1, dan cadangannya aman.
“Setiap dolar yang mendukung FDUSD sepenuhnya aman, terjamin, dan didukung oleh Surat Perbendaharaan AS. Nomor ISIN dari seluruh cadangan FDUSD tercantum dalam laporan kami dan dihitung dengan jelas,” kata pihak First Digital.
Mereka juga menuding Justin Sun menyebarkan fitnah karena ingin menjatuhkan pesaing. “Ini kampanye fitnah khas Justin Sun untuk menyerang pesaing bisnisnya,” kata perwakilan mereka.

Sementara itu, CEO Coinbase, Brian Armstrong, ingin mengubah cara orang menggunakan stablecoin. Lewat postingannya di platform X pada 31 Maret, ia menyampaikan bahwa pemilik coin tersebut seharusnya bisa mendapatkan bunga dari saldo mereka, sama seperti orang yang menyimpan uang di bank.
“Pemegang stablecoin harus bisa mendapatkan bunga onchain, dan penerbit seharusnya boleh, bahkan diberi insentif, untuk berbagi bunga dengan pengguna,” kata Armstrong.
Tapi ide ini ditolak oleh anggota parlemen. French Hill, Ketua Komite Layanan Keuangan DPR, berkata, “Saya tidak melihat stablecoin seperti saya melihat conto bancario (rekening bank). Saya memahami sudut pandang Armstrong, tapi saya tidak melihat ada kesepakatan di DPR atau Senat tentang hal ini.”
Dengan banyaknya aturan yang berubah, kepentingan politik yang terlibat, dan ketidakpastian dari pasar, masa depan stablecoin masih belum jelas. Namun satu hal pasti: dunia sedang memperhatikan ke mana arah teknologi uang digital ini akan melangkah.


Leave A Comment