
Venice AI: Token Baru dengan Valuasi Miliaran Dolar di Ethereum Layer-2 Base
- Fajria Anindya Utami
- January 28, 2025
- News, Crypto
- token baru, venice ai
- 0 Comments
Venice AI, platform kecerdasan buatan berbasis privasi yang didirikan oleh Erik Voorhees, seorang pendukung Bitcoin terkemuka, baru saja meluncurkan tokennya di jaringan Ethereum Layer-2, Base. Dalam waktu kurang dari dua jam sejak peluncurannya, token ini berhasil mencapai valuasi terdilusi penuh (Fully Diluted Valuation/FDV) sebesar $1 miliar, menandai tonggak besar dalam dunia kripto.
Token Venice (VVV) langsung menarik perhatian setelah peluncurannya pada 27 Januari. Menurut data dari DEXScreener, nilai FDV token ini melesat lebih dari $1 miliar hanya satu setengah jam setelah peluncurannya sekitar pukul 6 sore UTC. Saat ini, FDV Venice telah meningkat menjadi sekitar $1,65 miliar dengan kapitalisasi pasar sebesar $306,4 juta. Hal ini terjadi karena 25 juta token dari total 100 juta token telah dirilis untuk publik.
Menurut data dari Basescan, saat ini ada lebih dari 13.200 pemegang token. Tingginya antusiasme ini menunjukkan kepercayaan komunitas terhadap proyek tersebut, terutama mengingat fokus Venice AI pada privasi pengguna dalam era kecerdasan buatan yang terus berkembang.
Venice AI Sangat Menjaga Privasi

Dalam sebuah posting di media sosial pada 27 Januari, Venice AI menyatakan bahwa mereka yang membeli dan mempertaruhkan token VVV akan mendapatkan akses gratis ke API Venice. API ini memungkinkan inferensi berkelanjutan untuk teks, gambar, dan kode generatif dengan privasi maksimal dan tanpa sensor. Teknologi tersebut didukung oleh model AI terdepan, termasuk DeepSeek R-1, yang baru saja dirilis.
“Ketika Anda menggunakan model R-1 melalui Venice, tidak ada data yang keluar ke mana pun,” ujar Voorhees. Pernyataan ini disampaikan untuk meredakan kekhawatiran terkait potensi pengumpulan data pengguna oleh DeepSeek, sebuah perusahaan AI asal Tiongkok yang menjadi sorotan di pasar kripto. Model R-1 milik DeepSeek disebut-sebut memiliki kemampuan yang sebanding dengan ChatGPT, dengan keunggulan sebagai platform sumber terbuka yang membutuhkan lebih sedikit daya komputasi.
Namun, kekhawatiran atas privasi data telah menjadi isu utama terkait penggunaan model R-1 di luar Venice. Banyak pihak menduga bahwa DeepSeek mengumpulkan data pengguna untuk dikirim ke Tiongkok. Dengan integrasi model ini ke dalam Venice, Voorhees menjamin bahwa pengguna dapat merasa aman menggunakan layanan AI tanpa risiko pelanggaran privasi.
Venice AI juga membuka API mereka untuk umum, memungkinkan pengembang, agen AI, dan aplikasi pihak ketiga memanfaatkan teknologi ini. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat adopsi Venice di berbagai sektor teknologi. “Kami ingin membangun ekosistem yang inklusif, di mana siapa pun dapat mengakses dan mengembangkan aplikasi berbasis kecerdasan buatan tanpa mengorbankan privasi,” tulis Venice dalam pernyataan resminya.
Distribusi Token yang Transparan

Dari total 100 juta pasokan token VVV, Venice AI telah mengalokasikan 25 juta token untuk 100.000 pengguna platform yang memenuhi syarat. Selain itu, 25 juta token lainnya diberikan kepada pengguna Base tertentu, termasuk pemegang token Aerodrome Finance dan Virtuals Protocol (VIRTUAL). Venice sendiri mempertahankan sekitar sepertiga dari total pasokan token, yakni 35%, sementara 10% lainnya dialokasikan untuk “dana insentif.” Sebanyak 5% disisihkan untuk likuiditas, dan sisa 14 juta token akan diterbitkan setiap tahun.
Dalam sebuah wawancara, Voorhees menegaskan bahwa tidak ada prapenjualan untuk investor luar, dan saat ini tidak ada mekanisme tata kelola yang diberlakukan. Keputusan ini mencerminkan filosofi Venice yang ingin memastikan distribusi token yang adil dan menghindari pengaruh investor besar yang dapat mendominasi ekosistem.
Sejak diluncurkan pada Mei 2024, Venice telah mencatat lebih dari 400.000 pengguna terdaftar dengan 15.000 permintaan inferensi per jam. Hal ini mencerminkan tingginya minat dan kebutuhan terhadap teknologi AI yang berfokus pada privasi.
Voorhees sendiri bukanlah nama baru di dunia kripto. Sebelumnya, ia dikenal sebagai pelopor Bitcoin dan pendiri bursa kripto ShapeShift pada Juli 2014. Dengan pengalaman panjangnya di industri blockchain, peluncuran Venice AI menunjukkan visi jangka panjangnya untuk menciptakan teknologi yang mengutamakan kebebasan individu.
Ketika ditanya mengenai masa depan Venice, Voorhees dengan optimis mengatakan, “Kami tidak hanya membangun platform AI. Kami sedang membangun fondasi untuk masa depan teknologi yang menghormati privasi pengguna di atas segalanya.”


Leave A Comment