
Makan Malam Eksklusif Kripto Trump: Sorotan, Polemik, dan Isu Pengaruh Asing
- Fajria Anindya Utami
- May 24, 2025
- Crypto
- kripto trump, makan malam kripto trump, makan malam trump
- 0 Comments
Dalam sebuah acara yang tak biasa, sebanyak 220 pemegang teratas memecoin bertema Donald Trump berkumpul di lapangan golf milik presiden AS di Virginia untuk menghadiri jamuan makan malam eksklusif bersama mantan presiden. Acara ini bukan sekadar pesta; para tamu menghabiskan total US$148 juta untuk menghadiri resepsi VIP ultra-eksklusif ini, yang disebut-sebut sebagai peluang emas bagi para elite kripto untuk berdialog langsung dengan Trump—atau setidaknya, dengan orang-orang di sekitarnya.
Namun, di balik glamornya, acara ini menimbulkan tanda tanya besar tentang pengaruh asing, transparansi, dan potensi korupsi politik.
Tidak Semua Orang Diundang, Tidak Semua Nama Diungkap

Gedung Putih menolak merilis daftar peserta resmi, dengan dalih bahwa acara tersebut merupakan kegiatan pribadi di luar tugas resmi kepresidenan. Hal ini memicu kekhawatiran dari para pengamat politik dan kripto, mengingat banyak peserta adalah warga negara asing dan tokoh besar industri kripto global.
Namun, sebagian peserta justru memamerkan kehadiran mereka di media sosial atau memberi pernyataan kepada media. Berikut beberapa di antaranya:
Justin Sun
Justin Sun, pendiri jaringan blockchain Tron, hadir sebagai salah satu pemegang token TRUMP terbesar. Ia bahkan menerima jam tangan edisi khusus dalam sebuah upacara penghargaan.
Kehadiran Sun cukup kontroversial, mengingat ia sedang menghadapi gugatan dari Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) atas dugaan perdagangan manipulatif dan penawaran sekuritas kripto ilegal. Pada akhir Februari lalu, SEC bahkan meminta penangguhan hukuman terhadapnya.
Di luar acara makan malam, Sun menulis di X (sebelumnya Twitter) bahwa ia akan menghabiskan satu minggu di Washington, DC, untuk “percakapan bermakna” terkait masa depan blockchain di AS.
Kain Warwick
Pendiri operator bursa kripto iFinex, Kain Warwick, juga hadir dalam acara tersebut. Kepada The New York Times, ia menyatakan bahwa tujuannya bukan hanya makan malam, tapi mencari kesempatan untuk menyampaikan pentingnya regulasi DeFi (keuangan terdesentralisasi) kepada orang-orang kunci di kubu Trump.
“Kalau ada 15 orang penting di sana, saya punya 1 dari 15 peluang untuk berbicara dengan salah satunya,” ujar Warwick.
Vincent Liu
Vincent Liu, kepala investasi Kronos Research, sebuah perusahaan pembuat pasar kripto, menghadiri acara ini dan memposting foto menu serta pidato singkat dari Trump. Ia menulis: “Hanya dengan memegang token Trump, individu punya kesempatan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk bertemu Presiden AS.”
Dalam wawancara dengan Cointelegraph, Liu menekankan bahwa investasinya dalam token TRUMP bukan karena afiliasi politik, melainkan karena “momentum awal, relevansi budaya, dan katalis pasar.” Perusahaannya bahkan menyebut bahwa alfa—istilah untuk informasi pasar eksklusif—“ada dalam menu makan malam.”
Sangrok Oh
CEO Hyperithm asal Korea Selatan dan Jepang, Sangrok Oh, masuk sebagai pemegang TRUMP terbesar ke-13 dengan token senilai lebih dari US$3 juta. Ia membawa topi merah bertuliskan “Make Crypto Great Again” untuk dibagikan kepada peserta lain.
Oh berharap bisa berbicara langsung dengan Trump. “Ini semacam penggalangan dana, dan ia (Trump) pasti bersikap baik kepada para sponsornya,” katanya kepada The New York Times.Acara ini juga dihadiri oleh peserta anonim atau pseudonim dari komunitas kripto. Salah satunya adalah “Ice,” salah satu pendiri MemeCore asal Singapura. Kepala pengembangan bisnis MemeCore, Cherry Hsu, mengatakan bahwa kebangkitan Trump mencerminkan kekuatan meme yang memengaruhi budaya dan gerakan sosial, “selaras dengan visi MemeCore tentang masa depan desentralisasi.”
“Ogle,” penasihat keamanan siber untuk World Liberty Financial—perusahaan kripto milik Trump—mengaku datang karena rasa penasaran. “Saya lebih ingin tahu. Saya bahkan berharap mereka menyediakan McDonald’s,” ujarnya bercanda.
Sementara itu, “Cryptoo Bear,” seorang pedagang kripto Jepang, mengaku kecewa karena tak berhasil mendapatkan foto bersama presiden, seperti yang dijanjikan.
Tarik Ulur Regulasi Kripto AS Donald Trump

Di luar area country club, puluhan pengunjuk rasa berkumpul sambil meneriakkan kecaman kepada para peserta. “Malu! Saya harap Anda tersedak makan malam Anda!” teriak mereka, menurut laporan Bloomberg.
Senator Jeff Merkley dari Oregon turut hadir dalam aksi protes. “Semangat Konstitusi adalah bahwa tidak seorang pun boleh menjual pengaruh kepada pihak mana pun,” katanya. Sementara Ken Papaj, mantan pejabat Departemen Keuangan AS, menyebut praktik ini “benar-benar tidak masuk akal.”
Jamuan makan malam ini terjadi di saat yang krusial bagi industri kripto AS. Kongres sedang mempertimbangkan berbagai regulasi, mulai dari UU stablecoin hingga amandemen antikorupsi yang berpotensi berdampak langsung pada proyek kripto yang terhubung dengan politisi.
Demokrat di Senat bahkan sedang mendorong UU GENIUS yang akan memperketat pengawasan terhadap stablecoin dan menyasar keterkaitan antara politisi—termasuk Trump—dengan proyek-proyek kripto.
Makan malam Trump dan elite kripto bukan hanya acara sosial, melainkan ajang berisiko tinggi yang memperlihatkan sejauh mana pengaruh uang dan teknologi bisa masuk ke dalam ruang politik. Meski sebagian peserta datang dengan semangat untuk mendorong masa depan blockchain, tidak sedikit yang menyoroti ancaman korupsi dan kekaburan etika yang menyertai peristiwa semacam ini.


Leave A Comment