
Tambah 7 Bitcoin, El Salvador Terus Beli BTC Meski Ditekan IMF
- Fajria Anindya Utami
- May 11, 2025
- Crypto
- bitcoin, btc, el savador, kripto
- 0 Comments
Pemerintah El Salvador terus menunjukkan komitmennya terhadap Bitcoin (BTC) sebagai bagian dari strategi ekonomi nasional, bahkan di tengah tekanan dari Dana Moneter Internasional (IMF) yang mendesak negara Amerika Tengah tersebut untuk menghentikan penggunaan dana publik dalam pembelian aset kripto tersebut.
Menurut data terbaru dari Kantor Bitcoin El Salvador, negara ini telah membeli tambahan tujuh BTC dalam tujuh hari terakhir. Dengan akuisisi ini, total cadangan Bitcoin El Salvador kini mencapai 6.173 BTC, yang jika dikonversikan ke nilai saat ini, setara dengan lebih dari USD 637 juta.
Langkah pembelian ini merupakan bagian dari strategi investasi jangka panjang yang telah diterapkan sejak 2021, ketika Presiden Nayib Bukele menjadikan El Salvador sebagai negara pertama di dunia yang mengadopsi Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah.
Meski El Salvador telah menandatangani perjanjian dengan IMF pada Desember 2024 yang secara eksplisit meminta penghentian penggunaan dana publik untuk membeli Bitcoin, pembelian ini menunjukkan bahwa negara tersebut tetap konsisten dalam memperkuat cadangan kriptonya.
Perjanjian IMF: Hentikan Pembelian, Privatisasi Dompet Chivo

Perjanjian pinjaman antara El Salvador dan IMF bernilai USD 1,4 miliar. Dalam kesepakatan itu, pemerintah El Salvador setuju untuk mencabut status Bitcoin sebagai alat pembayaran sah dan menjadikannya sebagai opsi sukarela dalam transaksi. Di samping itu, IMF juga menuntut agar negara tersebut menghentikan akumulasi BTC menggunakan dana negara dan memprivatisasi Dompet Chivo, dompet digital milik pemerintah yang dikelola secara publik dan diketahui kurang diminati oleh sebagian besar warga.
Pada Januari 2025, parlemen El Salvador secara resmi mencabut status hukum BTC sebagai alat pembayaran sah melalui pemungutan suara dengan hasil 55-2. Namun demikian, hal ini tidak mempengaruhi program pembelian Bitcoin yang dikelola langsung oleh pemerintah.
IMF kembali mengingatkan El Salvador pada Maret 2025 agar mematuhi poin-poin dalam kesepakatan pinjaman dan menghentikan pembelian Bitcoin. Tetapi Presiden Nayib Bukele secara tegas menolak permintaan tersebut.
Bukele: “Ini Tidak Akan Berhenti”

Dalam sebuah pernyataan di platform X (sebelumnya Twitter) pada 4 Maret 2025, Bukele menegaskan bahwa El Salvador akan tetap menjalankan strategi akuisisi Bitcoin meskipun menghadapi tekanan internasional.
“Tidak, ini tidak akan berhenti. Jika ini tidak berhenti ketika dunia mengucilkan kita dan sebagian besar ‘Bitcoiner’ meninggalkan kita, ini tidak akan berhenti sekarang, dan ini tidak akan berhenti di masa mendatang,” tulis Bukele.
Pernyataan tersebut mencerminkan sikap konsisten Bukele yang selama ini dikenal sebagai pendukung vokal Bitcoin dan inovasi finansial berbasis blockchain. Menurutnya, BTC bukan hanya investasi, tetapi juga simbol kedaulatan ekonomi di tengah dominasi lembaga-lembaga keuangan internasional.
El Salvador Jadi Contoh Strategi Cadangan Kripto

Dalam pandangan banyak pelaku industri kripto, strategi El Salvador kini menjadi semacam cetak biru (blueprint) bagi negara-negara lain yang mempertimbangkan untuk menambahkan aset digital ke dalam cadangan nasional mereka.
El Salvador saat ini adalah satu-satunya negara yang secara aktif membeli Bitcoin di pasar terbuka sebagai bagian dari strategi perbendaharaan nasional. Pendekatan ini bertolak belakang dengan kebijakan konservatif yang diterapkan sebagian besar negara-negara dunia, yang masih bersikap hati-hati terhadap aset digital.
Para analis menilai bahwa langkah El Salvador dapat membuka jalan bagi negara-negara berkembang lainnya yang ingin memanfaatkan aset digital sebagai lindung nilai terhadap inflasi, devaluasi mata uang lokal, atau ketergantungan terhadap dolar AS.
Prospek Masa Depan dan Risiko

Meski demikian, tidak sedikit pula yang memperingatkan potensi risiko dari strategi ini, terutama dalam konteks volatilitas harga Bitcoin yang tinggi. Selain itu, ketegangan dengan lembaga-lembaga global seperti IMF bisa berdampak pada akses El Salvador terhadap bantuan finansial konvensional di masa depan.
Namun, bagi Presiden Bukele dan pendukungnya, risiko-risiko tersebut sebanding dengan potensi keuntungan jangka panjang yang bisa diraih jika Bitcoin semakin diterima secara global sebagai penyimpan nilai dan alat transaksi.
Langkah-langkah yang diambil El Salvador dalam memperkuat cadangan Bitcoin, meski bertentangan dengan tuntutan IMF, mencerminkan tekad pemerintah untuk memosisikan negaranya sebagai pelopor dalam adopsi aset digital. Apakah strategi ini akan terbukti sebagai langkah jenius atau pertaruhan berisiko masih harus dilihat dalam beberapa tahun ke depan. Yang jelas, dalam kata-kata Presiden Bukele sendiri: “Ini tidak akan berhenti.”


Leave A Comment