ETF Bitcoin spot Hong Kong

BlackRock Bantah Hoax soal ETF Bitcoin, Tapi Desas-Desus Ini Semakin Liar!

Perusahaan manajer aset terbesar di dunia, BlackRock secara tegas membantah laporan media sosial baru-baru ini pada hari Senin (16 Oktober) bahwa Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) telah menyetujui exchange-traded fund (ETF) bitcoin yang telah lama ditunggu-tunggu para penggemar kripto.

“Aplikasi iShares Spot Bitcoin ETF masih dalam peninjauan SEC,” kata juru bicara BlackRock.

Akibat kabar teranyar itu, Bitcoin sempat melonjak menuju US$30.000 (Rp471 juta) setelah postingan Cointelegraph tentang ETF di X, kemudian turun kembali ke US$28.000 (Rp439 juta) setelah pernyataan BlackRock.

“Kami meminta maaf atas tweet yang menyebabkan penyebaran informasi yang tidak akurat mengenai Blackrock dan Bitcoin ETF,” tulis klarifikasi Cointelegraph di X. “Investigasi internal sedang dilakukan,”

Melansir Quartz di Jakarta, Selasa (17/10/23) langkah besar SEC untuk menghentikan upaya penciptaan ETF bitcoin berujung pada kegagalan. Komisi memilih untuk tunduk kepada keputusan pengadilan baru-baru ini yang membatalkan penolakan terhadap aplikasi ETF bitcoin Grayscale Investments.

ETF Bitcoin Semakin Terlihat

ETF Bitcoin

Hasil tersebut hampir dipastikan bahwa ETF bitcoin pertama tetap akan diperdagangkan pada 10 Januari, menurut analis ETF Bloomberg Intelligence, James Seyffart. Sehingga kehadiran ETF bitcoin di masa depan semakin terbuka jalannya.

Terlebih, pembaruan dari ARK Investment Management dan prospektus ETF bitcoin bersama 21Shares mengisyaratkan adanya percakapan konstruktif dengan SEC. Itu berarti dana tersebut sedang dalam proses untuk disetujui.

Persetujuan peraturan terhadap ETF bitcoin akan menjadi momen krusial dan bersejarah dalam hal penerimaan luas terhadap mata uang kripto, melegitimasi produk yang kontroversial bagi lebih banyak investor.

ETF akan memungkinkan pelaku pasar mendapatkan eksposur terhadap bitcoin tanpa harus menanggung biaya dan mengelola logistik untuk menyimpan aset di dompet mereka sendiri. Didukung oleh lembaga keuangan besar yang menangani perdagangan, hal ini juga akan meminimalisir pencurian bitcoin dan risiko volatilitas antara pengelola dana dan banyak investor.

cryptocurrency bubble

Anthony Scaramucci, pendiri SkyBridge Capital juga berpandangan optimis terhadap mata uang digital. Bahkan, menurut Scaramucci, bitcoin dapat mencapai kapitalisasi pasar US$15 triliun atau lebih berharga daripada emas, katanya dalam podcast baru-baru ini. Per hari Senin kemarin, kapitalisasi pasar bitcoin global berada di atas US$1,08 triliun, menurut data CoinMarketCap.

Pendiri dan CEO ARK Invest Cathie Wood juga membuat pasar terheran-heran setelah menaikkan target harga bitcoin perusahaannya menjadi $1,48 juta pada tahun 2030.

Ini meningkatkan penerimaan institusional semakin melegitimasi bahwa bitcoin sebagai potensi andalan bagi investor dan dapat mendorong adopsi yang lebih luas. Sama halnya seperti CEO BlackRock Larry Fink yang pernah menyebut mata uang kripto sebagai indeks pencucian uang, tetapi justru mengambil sikap optimis dan meyakini mata uang digital akan melampaui mata uang apa pun.

Bahkan Gedung Putih memegang 200.000 bitcoin senilai US$5 miliar (Rp78,5 triliun) yang disita dari penjahat dunia maya dan web gelap.

Leave A Comment