
Harga Bitcoin Naik Minggu Keempat Juni, Picu Hijaunya Market
- Hafif Rahman
- June 27, 2022
- Crypto
- bitcoin, news
- 0 Comments
Cryptoo.id – Setelah mengalami ketegangan hingga menurun di bawah nilai psikologis US$20.000, Bitcoin kembali rebound pada minggu keempat Juni (20/02/2022). Bahkan, kenaikannya mencapai level 5,48% dari nilai US$17.601 pada Sabtu pagi. Kenaikan ini juga diikuti oleh berbagai mata uang kripto lainnya seperti Ethereum, yang naik sekitar 13% hingga ke level US$ 1.046,60.
Analisa Harga Bitcoin Naik di Minggu Terakhir Juni
Afid Sugiono, seorang trader dari Tokocrypto menyatakan bahwa pada masa-masa ini, para investor berbondong-bondong untuk buy the dip alias membeli sebanyak-banyaknya. Afid menegaskan bahwa para investor takut bahwa fase ini tidak akan bertahan lama, sehingga mereka menggunakannya untuk mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya.
Kepada Arab News Adam Farthing, chief risk office untuk Jepang di penyedia dana lindung kripto B2C2 berkomentar mengenai hal ini, “Saat market sedang tinggi, semua orang bernapas lega dan mereka akan mulai membeli kembali dan meningkatkan ekuitas mereka.”
Kendati terlihat mulai bangkit, tidak dapat diprediksi apakah nantinya kripto masih akan mencapai level bottom atau tidak. Tidak ada hal yang dapat betul-betul memprediksi mengenai pergerakan kripto.
Apabila menilik pada siklus Bitcoin sebelumnya selaku cryptocurrency terbesar, pada tahun 2015, mata uang kripto ini membutuhkan waktu sekitar 426 hari untuk mencapai titik terbawahnya hingga menjadi stabil.
Kemudian, pada tahun 2017, ia membutuhkan waktu hingga 365 hari untuk mencapai titik bottom. Meski begitu, informasi ini tidak dapat menjadi pegangan mengenai kondisi market crypto pada tahun 2022 ini.
Mengapa Pasar Cryptocurrency Anjlok?
Ada beberapa hal yang memengaruhi anjloknya bitcoin dan pasar kripto. Yang pertama adalah kebijakan bank sentral Amerika Serikat The Federal Reserve (The Fed) terkait inflasi dan suku bunga. Hal ini kemudian membuat banyak investor paranoid dan berbondong-bondong menjual aset kripto mereka. Terlebih, The Fed juga mengumumkan bahwa inflasi memang belum mereda.
Yang kedua, ditangguhkannya layanan perusahaan jasa lending cryptocurrencies Celcius Network lantaran kondisi pasar yang tidak menentu. Semua aktivitas terkait mata uang kripto, termasuk swap dan trading tak dapat dilakukan lagi.
Nasib kondisi pasar kripto memang masih abu-abu. Keputusan untuk membeli mau pun menjual semestinya didasari analisis yang panjang dan penuh kehati-hatian.


Leave A Comment