Pemilu dengan Teknologi Blockchain

Indonesia Mau Pemilu dengan Blockchain?

Cryptoo.id – Saat ini teknologi blockchain sudah semakin maju di Indonesia, bahkan pada akhir-akhir ini blockchain sedang ramai di perbincangkan. Hal tersebut dikarenakan blockchain sendiri memiliki banyak manfaat yang salah satunya yaitu untuk menyongsong pemilu.

Blockchain sendiri merupakan sebuah buku digital yang membantu orang untuk melakukan transfer data dengan mendistribusikan database tersebut ke titik terima tanpa membutuhkan server. Dengan kata lain blockchain merupakan sebuah teknologi yang berfungsi untuk melakukan pertukaran data tanpa harus melalui pihak ketiga.

Menurut Pandu Sastrowardoyo yang merupakan CEO Decentralized Bio Network mengatakan bahwa blockchain sendiri saat ini sedang sangat gencar di perbincangkan apalagi ketika sedang membahas mengenai NFT yang juga merupakan salah satu produk dari blockchain sendiri.

Isu Pemilu 2024 dengan Blockchain

Sesuai dengan isu atau rencana yang sedang ramai dibincangkan, blockchain sendiri akan ikut andil dalam proses Pemilihan Umum 2024 mendatang. Dengan sistem pertukaran data yang tidak memerlukan pihak ketiga membuat blockchain dianggap mampu untuk melancarkan proses pemilihan umum di Indonesia yang akan datang.

Menurut Dr. Andry Alamsyah, S.Si, M.Sc yang menjabat sebagai anggota Asosisasi Blockchain Indonesia (A-B-I) menuturkan bahwa proses pemilu berbasis digitalisasi ini akan dibuat dalam bentuk e-Voting. 

Ilustrasi Pemilu menggunakan teknologi blockchain. Gambar: id.beincrypto.com

Dr. Andry mengatakan “dengan berjalannya proses pemilu menggunakan e-Voting tersebutlah diharapkan dapat meminimalisir biaya dan juga tempat pemungutan suara (TPS). Apalagi masyarakat saat ini sudah familiar dengan smartphone, dengan begitu diterapkannya pemilu dengan sistem blockchain akan mempermudah masyarakat”.

Ir. Budi Rahardjo Msc., PhD yang menjabat sebagai praktisi IT sekaligus anggota A-B-I juga mengatakan bahwa banyak orang sedang fokus pada aset kripto, sedangkan e-Voting sendiri merupakan emplementasi Blockchain yang sangat sempurna di Indonesia. 

Budi mengatakan, “Sayangnya masih banyak kesenjangan digital di masyarakat yang membuat diberlakukannya implementasi hybrid, basis online dan juga offline”. Budi juga menuturkan bahwa ketika menggunakan blockchain maka salah satu bagian dari pilar demokrasi ini dirasa akan lebih aman karena pencatatan dilakukan secara muli server sehingga ketika satu server sedang down maka masih ada server lain yang menyimpan pencatatan e-Voting tersebut.

Dengan adanya pro dan kontra dari pemberlakukan blockchain untuk Pemilihan Umum mendatang, Asih Karneningsih selaku ketua A-B-I menuturkan bahwa Indonesia masih belum memungkinkan untuk menggunakan sistem e-Voting untuk pemilu mendatang. Asih juga menuturkan bahwa Indonesia masih perlu menyiapkan beberapa alat pengaman partisipasi yang lebih baik. 

Selain itu, Indonesia juga masih perlu untuk menyiapkan anggaran dalam kesiapan menggunakan blockchain tersebut yang tentunya membutuhkan banyak dana. 

Lantas, apakah kamu setuju dengan pemilu berbasis blockchain tersebut?

Leave A Comment