
Penambang Bitcoin Terus Mengalami Kesulitan. Kenapa?
Cryptoo.id – Pada akhir musim semi 2021, China melarang seluruh kegiatan penambangan Bitcoin sebagai bagian dari tindakan keras terhadap kripto di negara tersebut. Sebagai tanggapan, banyak penambang Cina mengemasi barang mereka dan pergi menuju Texas. Negara bagian Lone Star tersebut menawarkan pendekatan regulasi yang santai, jaringan listrik yang unik, dan harga energi yang menarik sehingga menjadikannya tampak ideal bagi para penambang yang ingin mencari “rumah baru” hingga 2022.
Meski begitu, situasi di Texas sebenarnya cukup rumit. Jaringan energi yang unik tersebut rentan terhadap pemadaman listrik. Temperatur yang ekstrim membuat peralatan pertambangan yang mahal agar tetap dingin menjadi sebuah tantangan yang cukup berat. Selain itu, penambang kripto juga menghadapi kesulitan keuangan yang disebabkan oleh penurunan harga Bitcoin.
Penambang Bitcoin (BTC) Menyerah Hampir 2 Bulan
Penambang Bitcoin (BTC) telah menyerah selama hampir dua bulan, tetapi akhir dari pemerasan mungkin sudah hadir saat ini. Begitu kesimpulan dari infrastruktur Blockchain dan perusahaan penambangan cryptocurrency Blockware saat menerbitkan Newsletter Intelijen terbaru pada 29 Juli lalu.

Edisi terbaru dari seri market research tersebut menyoroti perubahan dalam ekosistem pertambangan yang cenderung mengubah tren sejak awal Juni. Dilihat dari hash ribbons metric-nya, penambang telah pensiun untuk “periode waktu yang diperpanjang,” kata Blockware, dan pada 1 Agustus, hash ribbons telah menandakan kapitulasi selama 55 hari.
“Penambangan kapitulasi sudah dimulai sejak 7 Juni 2022, dan hal tersebut telah berlangsung cukup lama. Perlu dicatat juga bahwa kapitulasi penambang sangat relevan karena dapat mengungkap sejumlah besar mesin yang tidak lagi melakukan hashing,” tulis perusahaan itu.
Pergolakan tersebut mencerminkan rintangan profitabilitas yang timbul karena penurunan harga Bitcoin yang mencapai $17.600 pada bulan Juni, seperti pada akhir 2020 lalu.
Sumber Artikel:
- bloomberg.com
- cointelegraph.com


Leave A Comment