
Gawat! Solana Terancam Kena Serangan Phishing Lagi, Ada Malware Drainer yang Terdeteksi!
- Fajria Anindya Utami
- January 4, 2024
- News, Crypto
- phising, solana
- 0 Comments
Ekosistem kripto Solana kembali diterpa masalah. Perusahaan keamanan siber Blockaid dan CertiK memperingatkan adanya peningkatan skema phishing canggih dalam ekosistem kripto. Peretas semakin banyak menargetkan pemegang token SOL dari Solana dan aset SPL terkait menggunakan malware “drainer” khusus, sehingga merugikan korban hingga ratusan ribu dolar.
“Pemeras ini sangat canggih dan dapat menipu simulasi yang digunakan oleh dompet SOL, menyebabkan pengguna tanpa sadar menandatangani transaksi berbahaya,” tutur Blockaid di akun X mereka, sebagaimana dikutip dari Crypto Briefing di Jakarta, Kamis (4/1/24).
Para pemeras ini mengeksploitasi kerentanan dalam interface dompet, menipu pengguna agar tanpa sadar menyetujui transaksi penipuan yang mengosongkan akun token ke dalam kepemilikan penyerang.

Karena minat terhadap proyek SOL terus tumbuh, termasuk memecoin spekulatif seperti ANALOS dan BONK, janji keuntungan semakin memikat para pedagang kripto pemula untuk masuk ke dalamnya. Insiden peretasan drainer juga meningkat seiring dengan peningkatan aktivitas ini. Selain itu, perangkat lunak dan teknik pengkodean di balik saluran ini menyiratkan keahlian teknis dan blockchain yang signifikan.
Pada bulan Desember, banyak kelompok penjahat dunia maya mengiklankan penguras dompet SOL khusus mereka kepada pembeli potensial. Blockaid telah mendeteksi meningkatnya ancaman pengurasan di antara program jahat Solana karena penyerang yang lebih besar fokus pada blockchain. Meningkatnya perhatian pada SOL mencerminkan meningkatnya sorotan pada ekosistem web3 terbuka sekaligus menyoroti tantangan penskalaan platform.
Kedua perusahaan merekomendasikan pemegang SOL untuk sangat berhati-hati terhadap tautan yang tidak diminta, memantau dengan cermat persetujuan transaksi, dan mengaktifkan perlindungan akun yang tersedia untuk memitigasi risiko yang merugikan.
Bukan Pertama Kali Bagi Solana

Sebelumnya, pada 2 Agustus 2022 lalu, Solana juga harus menghadapi penyerangan yang merenggut habis sekitar USD 6 juta (Rp92,9 miliar) dari hampir 8.000 dompet SOL hanya dalam waktu 10 menit, khususnya dompet “panas” yang selalu terhubung ke Internet.
Menurut Elliptic Connect, penyerang telah mencuri SOL, beberapa token nonfungible (NFT), dan lebih dari 300 token berbasis blockchain SOL . Menurut laporan itu, bug yang memungkinkan serangan mata uang kripto tampaknya ada pada perangkat lunak dompet, bukan pada blockchain Solana.
Dalam serangkaian tweet, Solana mengonfirmasi bahwa pelanggaran tersebut juga memengaruhi dompet Slope dan Phantom, mereka juga meminta pelanggan yang terkena dampak untuk memberikan alamat dompet yang disusupi.
“Dompet yang terkuras harus diperlakukan sebagai sesuatu yang telah dikompromikan, dan ditinggalkan,” ungkap Solana.
Pengguna harus memutuskan sambungan dompet mereka dari Internet jika mereka dikonfigurasi untuk selalu terhubung.
Fenomena ini adalah salah satu yang terbesar yang pernah dialami Solana akibat nampak cela-cela peretasan dari peretasan sebelumnya mulai ditemukan satu per satu oleh peretas dan langsung dimanfaatkan.
Selain itu terdapat peretasan sebesar USD 500 Juta yang terjadi hanya dalam satu transaksi pada wallet Phantom yang juga mengejutkan para investor. Banyak yang geram dengan kejadian ini akibat Solana yang pernah beberapa kali diserang peretas.
Selain itu kejadian ini mengingatkan bahwa Solana masih lebih mementingkan kecepatan dibandingkan keamanan.


Leave A Comment