
Vitalik Buterin Kembali Jadi Miliarder Kripto Usai Harga Ether Sentuh $4.000
- Fajria Anindya Utami
- August 10, 2025
- Crypto
- miliarder, vitalik buterin
- 0 Comments
Vitalik Buterin, salah satu pendiri Ethereum, kembali masuk ke jajaran miliarder kripto setelah portofolionya menembus nilai miliaran dolar AS. Lonjakan ini terjadi hanya beberapa hari setelah harga Ether (ETH) kembali melewati level $4.000 untuk pertama kalinya dalam delapan bulan.
Menurut perusahaan intelijen blockchain Arkham, total kekayaan on-chain Buterin kini bernilai sekitar $1,04 miliar. Sebagian besar kekayaan ini berasal dari kepemilikan 240.042 ETH, disertai dengan beberapa aset kripto lain seperti Aave Ethereum (AETHWETH), WhiteRock (WHITE), Moo Deng (MOODENG), dan Wrapped Ethereum (WETH).
Ether Naik ke Level Tertinggi Sejak Desember 2024

Kenaikan nilai portofolio Buterin sejalan dengan reli harga Ether di pasar. Pada Sabtu lalu, ETH melonjak 6,38% hingga mencapai level tertinggi $4.332, setelah sehari sebelumnya kembali menyentuh $4.000. Ini merupakan level yang terakhir terlihat pada Desember 2024.
Saat artikel ini ditulis, Ether berada di harga $4.244, menurut data Nansen. Sementara itu, dominasi Bitcoin dalam kapitalisasi pasar kripto menurun, menandakan investor mulai mengalihkan sebagian fokusnya ke altcoin utama seperti ETH.
Sejumlah analis dan pedagang kripto memperkirakan ETH bisa kembali menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa yang tercapai pada November 2021, yaitu $4.878. Pedagang kripto dengan nama Ted bahkan menyebut bahwa pencapaian tersebut “hanya tinggal menunggu hari saja.”
Data dari CoinGlass menunjukkan bahwa pergerakan harga menuju $4.500 berpotensi memicu short squeeze. Sekitar $1,35 miliar posisi short dapat terlikuidasi jika harga naik ke level tersebut. Short squeeze terjadi ketika harga aset naik tajam, memaksa para trader yang memegang posisi jual (short) untuk membeli kembali aset tersebut demi menutup kerugian, yang pada gilirannya mendorong harga naik lebih cepat.
ETF Ether Raup Arus Masuk Besar

Arkham juga menyoroti tren positif pada produk investasi institusional Ether, khususnya ETF (Exchange-Traded Fund). Pada perdagangan Jumat lalu, ETF ETH mencatat arus masuk sebesar $461 juta, mengungguli ETF Bitcoin yang memperoleh $404 juta.
Selama lima hari perdagangan terakhir, ETF spot Ether berbasis AS mencatat arus masuk bersih $326,6 juta, sedangkan ETF Bitcoin mencatat $253,2 juta, berdasarkan data Farside. Lonjakan arus masuk ini memperlihatkan minat investor institusional yang semakin kuat terhadap Ether, dan dapat menjadi salah satu faktor pendorong harga dalam waktu dekat.
Vitalik Buterin pertama kali menyandang status miliarder kripto pada Mei 2021, di usia 27 tahun. Saat itu, harga ETH baru saja menembus $3.000 untuk pertama kalinya, dengan Buterin memegang sekitar 333.500 ETH senilai $1,029 miliar, berdasarkan data Etherscan. Pencapaian itu didorong oleh kenaikan harga ETH yang melonjak lebih dari empat kali lipat dari sekitar $700 pada awal tahun 2021.
Namun, pada Oktober 2018, Buterin pernah menyampaikan bahwa ia tidak pernah memegang lebih dari 0,9% dari total pasokan ETH, dan kekayaannya “tidak pernah mendekati” $1 miliar. Pernyataan ini menjadi catatan bahwa meskipun ia adalah salah satu pendiri Ethereum, proporsi kepemilikannya terhadap total suplai cukup terbatas.
Peringatan Vitalik Buterin Soal Risiko Treasury Ether

Meski harga ETH sedang dalam tren naik, Buterin justru memberikan peringatan mengenai salah satu tren yang berkembang di ekosistem Ethereum: treasury Ether yang dimiliki proyek-proyek tertentu.
Dalam wawancara pada Kamis lalu, ia mengingatkan potensi risiko dari pengelolaan treasury yang tidak tepat.
“Jika Anda membangunkan saya tiga tahun dari sekarang dan memberi tahu bahwa treasury menyebabkan kejatuhan ETH, tebakan saya adalah entah bagaimana mereka mengubahnya menjadi permainan dengan terlalu banyak utang,” ujar Buterin.
Pernyataan ini menegaskan kekhawatirannya bahwa strategi keuangan yang berisiko dari proyek-proyek yang menyimpan ETH dalam jumlah besar dapat menimbulkan tekanan pada pasar di masa depan.
Prospek Ether ke Depan

Faktor-faktor seperti arus masuk dana institusional, potensi short squeeze, dan sentimen positif pasca-kenaikan harga menjadi pendorong kuat bagi ETH dalam jangka pendek. Jika level resistensi $4.500 dapat ditembus, peluang menuju rekor tertinggi $4.878 semakin terbuka.
Namun, pasar kripto tetap dikenal volatil. Tekanan dari faktor makroekonomi seperti kebijakan suku bunga Federal Reserve, sentimen global terhadap aset berisiko, serta perkembangan regulasi akan tetap menjadi variabel penting yang memengaruhi pergerakan harga.
Kembalinya Vitalik Buterin ke status miliarder kripto mencerminkan momentum bullish yang sedang terjadi pada Ether. Dengan harga yang mendekati rekor tertinggi, arus masuk ETF yang kuat, dan spekulasi short squeeze, ETH berpotensi melanjutkan reli dalam waktu dekat.
Meski begitu, investor disarankan untuk tetap berhati-hati dan mempertimbangkan risiko, termasuk potensi koreksi harga, leverage yang tinggi di pasar derivatif, dan tantangan fundamental yang mungkin muncul. Bagi mereka yang melihat Ethereum sebagai aset jangka panjang, tren ini bisa menjadi tanda bahwa ekosistemnya masih memiliki potensi pertumbuhan besar.


Leave A Comment